Seperti yang kita tahu Rasul Ulul Azmi ada 5 orang. Namun, banyak sekali anak didik atau peserta didik dari SD-SMA yang masih belum hafal rasul-rasul yang masuk dalam deratan rasul Ulul Azmi #parahkan? brrr, maka dari itu kami mencari metode menghafal biar peserta didik kita tidak lupa akan rasul mereka.
Metodenya gampang hanya mengambil inisial nama depan dari deretan nama Rasul Ulul Azmi. Rasul Ulul Azmi terdiri dari yang paling awal adalah Nabi Nuh as, Nabi Ibrahim as, Nabi Musa as, Nabi Isa as, dan Nabi Muhammad SAW. Namun kita singkat menjadi MIMIN urutan nama dari BELAKANG KE DEPAN (Muhammad, Isa, Musa, Ibrahim, dan Nuh). Semoga metode ini bisa mempermudah siswa menghafal rasul-rasul kita yang tercinta. amiin.
Setelah mengetahui metode menyingkatnya, tidak lupa kami masukkan pengertian Ulul Azminnya di bawah ini:
Ulu al-Azmi (
Arab أولوالعزم) adalah sebuah gelar kenabian istimewa yang diberikan kepada para rasul yang memiliki kedudukan khusus karena ketabahan dan kesabaran yang luar biasa dalam menyebarkan ajaran tauhid. Dari 25 nabi yang wajib diketahui dalam agama Islam, terdapat 5 nabi yang mendapatkan gelar Ulul Azmi, yaitu Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad. Gelar Ulul Azmi dijelaskan dalam Al Quran pada Surah Al-Ahqaf ayat 35 dan Surah Asy-Syura ayat 13. Kita Bisa MENYINGKATNYA dari BELAKANG yaitu M-I-M-I-N [Muhammad, Isa, Musa, Ibrahim, dan Nuh]
Sifat Ulul Azmi
Semua nabi yang diketahui mendapatkan gelar Ulul Azmi dalam
Islam
adalah nabi-nabi yang memiliki keteguhan hati luar biasa serta
kesabaran tinggi ketika menyebarkan ajaran tauhid walaupun dengan
penolakan dan berbagai usaha untuk menjatuhkannya. Mereka senantiasa
memohon kepada Allah
agar tidak menurunkan azab kepada kaum yang menolak dakwahnya, serta
selalu berdoa kepada Allah agar memberikan hidayah kepada kaum mereka.
Sifat-sifatnya Ulul Azmi dan penentuan obyeknya adalah sebagai berikut:
- Memiliki seruan dakwah global dan universal untuk manusia dan jin.
- Memiliki syariat dan agama mandiri dan baru.
- Memiliki kitab samawi
Kisah Ulul al-Azmi
Nuh
Kualifikasi Nuh
sebagai ulul azmi di antaranya karena kesabarannya dalam berdakwah dan
mendapat hinaan dari kaumnya. Nuh tanpa menyerah terus menerus
mendakwahi keluarga, kerabat dan masyarakat umum, untuk kembali kejalan
yang lurus. Hampir 1000 tahun usianya jumlah umat yang mengikutinya
tidak lebih dari 200 orang. Bahkan istri dan anaknya yang bernama Kan’an
termasuk penentangnya. Atas kehendak Allah umat Nuh yang membangkang
ditenggelamkan dengan gelombang air bah dan semuanya hancur, kecuali Nuh
dan pengikutnya yang beriman.
Ibrahim
Sejak masih bayi Ibrahim harus diasingkan ke dalam gua, yang disebabkan oleh perintah Raja Namrudz untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang baru lahir. Setelah dewasa, ia harus berhadapan dengan raja dan masyarakat penyembah berhala
termasuk kedua orang tuanya yang pembuat berhala. Bahkan ia harus
menerima siksaan yang pedih, yaitu dibakar hidup-hidup dan diusir dari
kampung halamannya. Sudah hampir seratus tahun usia dan pernikahannya
dengan Sarah, ia belum dikaruniai anak hingga istrinya meminta ia menikahi seorang budak berkulit hitam bernama Hajar untuk dijadikan istri. Akhirnya Hajar dapat melahirkan seorang anak yang diberi nama Ismail.
Allah memerintahkan Ibrahim untuk “mengasingkan” istri dan anak yang
baru lahir dan sangat dicintainya itu ke tanah gersang di Makkah.
Karena kesabaran dan kepatuhannya, perintah itu dilaksanakan. Namun,
perintah lebih berat diterima Ibrahim, yaitu harus mengorbankan Ismail
yang baru beranjak remaja. Hal ini pun ia laksanakan, meskipun akhirnya
yang disembelih adalah seekor domba. Selain itu ujian Ibrahim yang lain adalah membangun Ka'bah, membersihkan ka'bah dari kemusyrikan, menghadapi Raja Namrudz yang zalim.
Musa
Musa termasuk orang sabar dalam menghadapi dan mendakwahi Firaun,
selain itu, dia juga mampu untuk bersabar dalam memimpin kaumnya yang
sangat pembangkang. Ketika Musa akan menerima wahyu di Bukit Sinai, pengikutnya yang dipimpin Samiri menyeleweng dengan menyembah berhala Anak lembu emas. Harun
yang ditugasi mengganti peran Musa, tidak sanggup untuk menghalangi
niat mereka, bahkan ia diancam hendak dibunuh. Tetapi, Musa pernah tidak
dapat bersabar ketika berguru kepada Khidir.
Isa
Banyak hal yang menunjukkan bahwa Isa
memiliki kesabaran dan keteguhan dalam menyampaikan ajaran Allah.
Terutama, ketika Isa sabar menerima cobaan sebagai seorang yang miskin,
pengkhianatan seorang muridnya, Yudas Iskariot, menghadapi fitnah,
penolakan, hendak diusir dan dibunuh oleh kaum Bani Israil. Kehidupan Isa menggambarkan kezuhudan dan ketaatan dalam beribadah.
“Isa menemui kaumnya dengan memakai pakaian dari wol. Ia keluar dalam keadaan tidak beralas kaki sambil menangis serta
wajahnya tampak pucat karena kelaparan dan
bibirnya tampak kering karena kehausan. Isa berkata, “Salam kepada kalian wahai Bani Israil. Aku adalah seseorang yang meletakkan
dunia di tempatnya sesuai dengan izin
Allah,
tanpa bermaksud membanggakan diri. Apakah kalian mengetahui di mana
rumahku?” Mereka menjawab: "Di mana rumahmu wahai Ruhullah?" Isa
menjawab: “Rumahku adalah tempat ibadah, wewangianku adalah
air, makananku adalah rasa lapar, pelitaku adalah
bulan di waktu
malam dan
salat ku di waktu musim dingin di saat
matahari terletak di Timur, bungaku adalah tanaman-tanaman
bumi,
pakaianku terbuat dari wol, syiarku adalah takut kepada Tuhan Yang Maha
Mulia, teman-temanku adalah orang-orang yang fakir, orang-orang yang
sakit, dan orang-orang yang miskin. Aku memasuki waktu
pagi
dan aku tidak mendapati sesuatu pun di rumahku begitu juga aku memasuki
waktu sore dan aku tidak menemukan sesuatu pun di rumahku. Aku adalah
seseorang yang jiwanya bersih dan tidak tercemar. Maka siapakah yang
lebih kaya daripada aku?”
Muhammad
Sejak kecil sampai dewasa,
Muhammad selalu mengalami masa-masa sulit. Pada usia 6 tahun dia sudah menjadi
yatim piatu. Setelah dewasa ia harus membantu meringankan beban paman
Abu Thalib yang merawatnya sejak kecil.
Tantangan terberat yang dihadapi adalah setelah diangkatnya menjadi seorang
rasul. Penentangan bukan saja dari orang lain, tetapi juga dari
Abu Lahab, pamannya sendiri. Muhammad juga harus ikut menderita tatkala
Bani Hasyim diboikot (diasingkan) di sebuah
lembah dikarenakan dakwahnya.
Tokoh-tokoh
Quraisy
mempelopori pemboikotan tersebut yang isinya antara lain melarang
berhubungan jual beli, pernikahan, dan hubungan sosial lainya kepada
Bani Hasyim. Pemboikotan yang berjalan sekitar 3 tahun itu dan telah
menghabiskan hartanya dan istrinya,
Khadijah.
Semoga Bermanfaat
Salam: RinaStandUp