Selasa, 21 November 2017


TEKS EKSPLANASI (Pengertian, Struktur, Ciri, Kaidah Kebahasaan, dan Contoh Teks Eksplanasi)

Teks eksplanasi adalah materi pembelajaran bahasa indonesia yang akan kita bahas sekarang. Materi teks eksplanasi yang akan kita bahas kali ini yaitu mengenai pengertian, struktur teks, kaidah kebahasaan, dan juga ciri-ciri teks eksplanasi. Tanpa panjang lebar mari kita simak materi teks eksplanasi yang telah saya rangkum dibawah ini.

Pengertian Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang proses ‘mengapa’ dan ‘bagaiman’ kejadian-kejadia alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya dapat terjadi. Suatu kejadian baik kejadian alam maupun kejadian seosial yang terjadi di sekitar kita, selalu memiliki hubungan sebab akibat dan memiliki proses. Suatu kejadian yang terjadi di sekitar kita, tidak hanya untuk kita amati dan rasakan saja, tetapi juga untuk kita pelajari. Kita dapat mempelajari kejadian tersebut, misalnya dari segi mengapa dan bagaimana bisa terjadi.
Struktur Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi memiliki memiliki struktur yang terdiri dari pernyataan umum, dilanjutkan dengan urutan sebab akibat, dan diakhiri dengan interpretasi. Untuk lebih memahami lagi mengenai struktur tersebut silahkan disimak dibawah ini.
  1. Pernyataan umum, berisi statemen atau penyataan umum tentang suatu topik yang akan dijelaskan proses keberadaanya, proses terjadinya, atau proses terbentuknya.
  2. Urutan Sebab Akibat, berisikan tentang detail penjelasan proses keberadaan atau proses terjadinya yang disajikan secara urut atau bertahap dari yang paling awal hingga yang paling akhir.
  3. Interpretasi, berisi tentang kesimpulan atau pernyataan tentang topik atau proses yang dijelaskan.
Ciri-Ciri Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi memiliki 3 ciri-ciri yang dapat memudahkan kita untuk membedakan antara teks eksplanasi dengan teks yang lainnya. Berikut akan saya jelaskan 3 ciri-ciri teks eksplanasi.
  1. Strukturnya terdiri dari penyataan umum, urutan sebab akibat, dan interpretasi seperti yang telah saya jelaskan diatas tadi.
  2. Memuat informasi berdasarkan fakta (faktual).
  3. Faktualnya itu memuat informasi yang bersifat ilmiah atau keilmuan seperti sains dan yang lainnya.
Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi pada umumnya memiliki ciri bahasa sebagai berikut.
  1. Fokus pada hal umum (generic), bukan partisipan manusia (nonhuman participants), misalnya gempa bumi, banjir, hujan, dan udara.
  2. Dimungkinkan menggunakan istilah ilmiah.
  3. Lebih banyak menggunakan kata kerja material dan relasional (kata kerja aktif).
  4. Menggunakan konjungsi waktu dan kausal, misalnya jika, bila, sehingga, sebelum, pertama, dan kemudian.
  5. Menggunakan kalimat pasif.
  6. Eksplanasi ditulis untuk membuat justifikasi bahwa sesuatu yang diterangkan secara kausal itu benar adanya.
contoh teks eksplanasi:


MUSIM PANAS
Awal Bulan Maret adalah waktu yang ditunggu oleh masyarakat Inggris. Waktu tersebut adalah waktu terjadinya pergantian musim dari musim semi ke musim panas.
Biasanya suhu udara di Inggris saat musim panas sekitar 320C – 340C. mereka biasanya berjalan-jalan ke alun-alun atau taman kota. Selain itu kafe-kafe atau kedai pinggir jalan akan membuka area aoutdoor. Masyarakat pun menyambut dengan antusias, seperti mengadakan summer fashion atau event color sun. Makanan es krim menjadi santapan wajib saat musim panas.
Dengan demikian masyrakat Inggris menunggu-nunggu saat musim panas. Hal tersbut dikarenakan mereka dapat melakukan hal yang belum tentu dilakukan saat musim lainnya seperti berjemur di pantai.

Oleh: Signoritha Aulia D.P.














TEKS EKSPLANASI
BANJIR
          Dari tahun ke tahun  setiap bulan Januari cuaca di daerah Lamongan sering kali mendapatkan musim hujan karena daerah Lamongan termasuk dalam wilayah Indonesia yang memiliki iklim tropis. Terkadang hujan rintik-rintik sampai hujan deras. Di daerah Lamongan juga banyak selokan yang masih aktif tanpa ada sumbatan dan tergolong lancar mengalirkan air-air di selokan.
          Dalam bulan-bulan ini selokan mulai menunjukkan reaksinya. Setiap hujan datang di daerah Lamongan sering kali terkena banjir. Walaupun banjir itu relatif kecil tapi membuat warga Lamongan kesusahan untuk beraktifitas dalam kesehariannya. Semua itu disebabkan oleh warga yang secara sengaja membuang sampah sembarangan. Dengan ini sampah-sampah yang tergelatak sembarangan ikut mengalir keselokan dan membuat selokan menjadi tersumbat. Pada akhirnya hujan turun dan daerah tersebut terkena banjir.
          Hal ini membuat warga menjadi sulit untuk beraktifitas dan membuat anak-anak sekolah menjadi basah. Pada akhirnya, kepala daerah menghimbau agar warganya membuang sampah pada tempatnya, memperbaiki selokan-selokan yang tersumbat sehingga membuat warga bisa bebas beraktifitas jika banjir tidak ada.


Oleh: Bryanka Miela Waffi







TEKS EKSPLANASI
GUNDULNYA HUTAN KARENA KEBAKARAN
          Pada hari Sabtu tepatnya pada tanggal 18 Oktober 2005 pemerintah bermaksud ingin memperluas kawasan hutan di bagian Sumatra. Karena di sana memiliki tanah yang subur, pemerintah ingin menanam pohon baru untuk lebih menghijaukan hutan di bagian Sumatra. Kebanyakan puspa yang ada di sana memiliki batang dan daun yang tebal dan subur, banyak pohon yang beridri tegak dan kokoh tumbuh ke atas. Satwa yang hidup di sana pun dapat hidup dengan berbagai makanan yang sudah tersedia, tak heran jika satwa yang ada di sana terlihat besar dan sehat.
          Pada waktu akan mendekati perluasan kawasan hutan di bagian Smatra, tiba-tiba musim pun berganti yang awalnya musim hujan berganti menjadi musim kemarau yang berkepanjangan. Akibatnya pohon-pohon yang ada di Sumatera pun menjadi kering dan mati, tanahnya pun menjadi tandes dan gersang, hewan-hewan yang ada di sana juga banyak yang mati. Banyak warga yang resah mencai air bersih hingga kesana kemari. Namun tak ada yang bisa didapatkan. Sudah 3 bulan lamanya musim pun belum berganti, saat siang menjelang panas matahari tampak terik menyinari di atas kepala. Saat itu juga warga berteriak meminta tolong, ternyata terjadi kebakaran yang sangat besar di hutan Sumatera. Hampir 3 jam lamanya api belum bisa dipadamkan hingga membuat 80% hutan di Sumatera menjadi gundul dan tampak amat panas, 20 unit pemadampun dikerahkan untuk memadamkan api yang berkobar-kobar.
          Semua itu karena disebabkan oleh berubahnya musim yang secara tiba-tiba berganti dan berlangsung cukup lama hingga membuat hutan yang tadinya tumbuh subur menjadi gundul dan gersang akibat kebakaran besar.

Oleh: Regina Ayu Mutiara Samudra

Rabu, 07 Desember 2016

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN GAYA GESEKAN

Gaya adalah tarikan atau dorongan yang menyebabkan benda berpindah. Kita dikatakan melakukan gaya terhadap suatu benda jika menyebabkan benda berpindah. Ada bermacam – macam gaya, diantaranya adalah gaya gesekan.
Gaya gesekan adalah hambatan yang terjadi ketika dua permukaan benda saling bersentuhan. Contoh gaya gesek adalah ketika seorang siswa menghapus papan tulis, ibu sedang mengepel lantai dan sebagainya.




Berikut ini adalah keuntungan dan kerugian gaya gesek terhadap dua benda yang saling bersentuntuhan.

 KEUNTUNGAN GAYA GESEKAN :

1. Membantu benda bergerak tanpa tergelincir.
Contohnya ketika berjalan antara kaki atau sepatu kita dengan lantai harus ada gesekan. Jika  tidak ada gaya gesek kita tidak bisa berjalan karena selalu tergelincir.

2. Untuk menghentikan benda yang sedang bergerak
Contoh ketika kita mengerem sepeda, rem pada sepeda mencekram pelek agar roda sepeda berhenti berputar. Cengkraman rem itu memberi gaya gesek pada pelek.Antara ban dan jalanan juga terjadi gaya gesek jadi sepeda akan berhenti.

3. Menahan benda agar tidak bergeser
Gaya gesek mampu menahan benda agar tak bergeser. Barang – barang yang ada di rumah kita juga menggunakan gaya gesek, jika tidak ada gaya gesek barang barang itu akan bergeser.

KERUGIAN GAYA GESEKAN :

1. Menghambat Gerakan
Benda yang bergerak selalu ditahan gaya gesekan. Akibat gaya gesekan tersebut  maka  gerakan benda menjadi terhambat.

2. Mengikis permukaan benda yang bergesekan
 Dua buah benda yang selalu saling bergesekan maka permukaannya lama - kelamaan akan terkikis (aus). Jadi ausnya sebuah benda dapat disebabkan karena sering bergesekan.

3. Memboroskan energi untuk mengatasi gaya gesekan
Agar benda bisa bergerak harus melawan gaya gesekan dan harus ada gaya tambahan . misalnya dengan dorongan  atau tarikan yang lebih kuat sehingga benda bergerak atau berpindah. Dengan adanya gaya tambahan tersebut berarti telah memboroskan energi.

sumber: 
gift: animatedimages
asagenerasiku-blogspot


Rabu, 02 November 2016

KERJA ILMIAH, SIKAP ILMIAH, KETERAMPILAN PROSES DAN METODE ILMIAH

KERJA ILMIAH merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh orang yang memiliki sikap ilmiah, dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses dan melalui langkah-langkah ilmiah.

SIKAP ILMIAH merupakan sikap yang harus ada pada diri seorang ilmuwan atau akademisi ketika menghadapi persoalan-persoalan ilmiah. Sikap ilmiah diantaranya :
1.   Peka dan kritis terhadap fenomena atau kejadian di alam.
2.   Tidak percaya pada takhayul, yang kebenarannya tidak bisa dibuktikan.
3.   Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
4.   Memiliki minat yang besar untuk menghsilkan produk sains.
5.   Berpikir logis, terbuka, serta mau menerima kirtik dan pendapat orang lain.
6.   Jujur dan objektif terhadap hasil penelitian yang dilakukan.
7.   Teliti, tekun, dan tidak mudah putus asa.
8.   Optimis dalam keberhasilan penelitian.
9.   Hormat terhadap orang lain maupun peneliti lain.
10.  Menghargai hasil penelitian dan penemuan orang lain.

PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES (inquiry approach) adalah suatu cara yang diterapkan pada siswa agar dapat menemukan sendiri fakta dan konsep ilmiah dengan melibatkan secara maksimal seluruh kemampuannya.

KETERAMPILAN PROSES adalah keterampilan yang diperoleh dari latihan kemampuan-kemampuan mental, fisik dan sosial yang mendasar sebagai penggerak kemampuan-kemampuan yang lebih tinggi. Kemampuan-kemampuan mendasar yang telah dikembangkan dan telah terlatih lama-kelamaan akan menjadi suatu keterampilan.

Keterampilan proses antara lain :
1.   Klasifikasi (pengelompokkan) objek.
Objek dikelompokkan berdasarkan kriteria yang ditentukan dan bertujuan untuk menyederhanakan objek sehingga mempermudah penelitian.
2.   Mengajukan pertanyaan.
Pertanyaan bisa menjadi rumusan masalah. Kemudian pertanyaan itu dijawab dengan melakukan penelitian.
3.   Melakukan pengamatan (observasi).
Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh data atau informasi yang berhubungan dengan menggunakan panca indra maupun dengan bantuan alat. Data yang didapat dari pengamatan dapat berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Perbedaan Data Kualitatif dengan Data Kuantitatif :

Data Kualitatif
Data Kuantitatif
Tidak dapat dinyatakan dengan angka
Dapat dinyatakan dengan angka
Pengamatan dengan panca indra
Dapat diukur dengan alat ukur
Disajikan dalam bentuk table, uraian, kalimat, skema, dan gambar
Disajikan dalam bentuk table angka dan grafik
Opini, tidak pasti
Fakta
Contoh : Cantik, gemuk, bagus, jelek,dll
Contoh : Suhu 25˚, beratnya 60 kg, panjangnya 15 cm, dll.

4.   Menyajikan data
Data hasil pengamtan disajikan secara ringkas dan sistematis.

5.   Menafsirkan data
Bertujuan untuk memberikan arti atau makna pada data hasil pengamatan. Dalam menafsirkan dibutuhkan dasar teori yang sudah ada.

6.   Memprediksi dan memprakirakan data
Memprediksi adalah kegiatan membuat dugaan berdasarkan logika.
Memprakirakan data adalah membuat dugaan mengenai suatu kejadian yang tidak diketahui berdasarkan data yang ada. Prakiraan ada dua, yaitu prakiraan intrapolasi dan prakiraan ekstrapolasi.
Prakiraan intrapolasi adalah kegiatan membuat dugaan terhadap kejadian yang sudah pernah terjadi, tetapi tidak diketahui.
Prakiraan ekstrapolasi adalah kegiatan membuat dugaan terhadap kejadian yang belum terjadi dan kemungkinan akan terjadi.

7.   Mengidentifikasi variable dalam percobaan.
Variabel merupakan factor penentu atau factor yang berpengaruh, variable dapat berubah maupun diubah. Berdasarkan sifatnya variable dibedakan menjadi 3 yaitu :
a.    Variabel fisika, contohnya suhu, kelembapan, tekanan udara, cahaya matahari, radiasi, angina, dan gravitasi bumi.
b.    Variabel kimia, contohnya kadar oksigen, air, karbondioksida, garam mineral, pH, dan nutrisi.
c.    Variabel biologi, contohnya organisme parasite, predator, organisme lain dalam hubungan rantai makanan, siklus hidup, kemampuan bereproduksi, dan daya tahan tubuh.

Dalam percobaan variable dapat dibedakan menjadi :
a.    Variabel bebas (variable manipulasi) adalah perlakuan yang berbeda-beda dalam percobaan. Variabel bebas sengaja dibuat untuk mengetahui pengaruh variable bebas terhadap variable terikat.
b.    Variabel terikat (variable respons) adalah hasil dari perlakuan yang berbeda-beda dalam percobaan.
c.    Variabel control (variable terkendali) adalah perlakuan yang sama pada semua percobaan. Variabel kontrol digunakan sebagai pembanding dan tidak diteliti.
d.    Variabel pengganggu adalah variable yang tidak dikehendaki, tetapi datap mempengaruhi hasil percobaan. Variable pengganggu harus dihindari agar hasil percobaan sesuai dengan yang diharapkan.

METODE ILMIAH merupakan suatu cara yang sistemais untuk memecahkan masalah.

Langkah-langkah dalam metode ilmiah adalah :
1.   Menemukan dan merumuskan masalah.
2.   Mengumpulkan informasi (data-data).
3.   Menyusun hipotesis (dugaan sementara).
4.   Melakukan percobaan.
5.   Analisis Data.
6.   Membuat kesimpulan.
7.   Publikasi.

1.   Menemukan dan Merumuskan Masalah
Langkah yang paling awal dalam metode ilmiah adalah menemukan masalah. Agar dapat menemukan masalah yang menarik, dibutuhkan kepekaan seseorang terhadap lingkungannya.
Rumusan masalah disajikan dalan bentuk kalimat tanya, ringkas, jelas, dan bermakna.

2.   Mengumpulkan Informasi (Data-data Pendukung)
Informasi dan data-data yang berhubungan dengan objek penelitian dapat ditemukan melalui studi kepustakaan, observasi, wawancara para ahli, maupun didapat dari media. Bila informasi dan data-data pendukung sudah dirasakan cukup, selanjutnya dijadikan sebagai landasan teori atau kerangka berpikir.

3.   Menyusun Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap suatu masalah. Hipotesis disusun berdasarkan landasan teori atau kerangka berpikir yang suda disusun. Kebenaran hipotesis dapat diuji melalui percobaan atau eksperimen. Hipotesis dibedakan menjadi :
a.   Hipotesis nol (H0) adalah dugaan sementara yang tidak benar. Maksudnya dalam eksperimen tidak terbukti adanya pengaruh variable bebas terhadap variable terikat.
b.   Hipotesis kerja (H1) adalah dugaan sementara yang terbukti. Maksudnya bahwa ada pengaruh variable bebas terhadap variable terikat.

4.   Percobaan
Kegiatan yang dilakukan untuk menguji hipotesis. Dibagi menjadi dua tahap.
a.   Tahap persiapan percobaan
Merancang model percobaan. Yaitu dengan menentukan alat dan bahan, menyusun cara kerja, penjabaran variable, menentukan waktu perccobaan, dan menguji model percobaan. Pengujian model percobaan digunakan untuk menghindari kegagalan pada percobaan yang sesungguhnya.

b.   Tahap perlakuan percobaan
Dalam percobaan ada dua kelompok, yaitu kelompok yang tidak diberikan perlakuan (kelompok kontrol) dan kelompok yang diberi perlakuan (kelompok eksperimen). Pengamatan dan pencatatan data hasil percobaan dilakukan seteliti mungkin agar diperoleh data yang akurat. Untuk mendapatkan hasil yang sahih (dapat dipercaya kebenarannya) percobaan dilakukan beberapa kali. Data hasil percobaan final adalah rata-rata dari hasil pengulangan percobaan.

5.   Analisis Data
Data yang sudah didapat melalui percobaan dianalisis. Analisis data yang berupa data kuantitatif memerlukan perhitungan statistic. Hasil analisis data kuantitatif maupun kualitatif digunakan untuk menjawab hipotesis dan sebagai dasar menyusun kesimpulan.

6.   Membuat Kesimpulan
Kesimpulan merupakan jawaban rumusan masalah dan pembuktian kebenaran hipotesis. Dalam kesimpulan, hipotesis bisa diterima atau ditolak.

7.   Publikasi
Hasil penelitian dapat dipublikasikan lewat laporan penelitian maupun melalui forum diskusi dan seminar. Teknik dan Prosedur Penelitian dalam bentuk makalah.



Selasa, 20 September 2016

JENIS - JENIS MAJAS

Sebelum membahas lebih dalam, kita perlu ketahui Majas pada dasarnya terdiri 
atas:
1). Majas Perbandingan;
2). Majas Pertentangan;
3). Majas Sindiran;
4). Majas Penegasan.

A. Majas Perbandingan
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan perbandingan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Ditinjau dari cara pengambilan perbandingannya, Majas Perbandingan dibagi menjadi:

1) Asosiasi atau Perumpamaan
Majas asosiasi atau perumpamaan adalah perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Majas ini ditandai oleh penggunaan kata bagai, bagaikan, seumpama, seperti, dan laksana.
Contoh :
a) Semangatnya keras bagaikan baja.
b) Mukanya pucat bagai mayat.
c) Wajahnya kuning bersinar bagai bulan purnama

2) Metafora
Metafora adalah majas yang mengungkapkan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis.
Me•ta•fo•ra /métafora/ : Pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan, misalnya tulang punggung dalam kalimat pemuda adalah tulang punggung negara
Contoh:
a)      Engkau belahan jantung hatiku sayangku. (sangat penting)
b)      Raja siang keluar dari ufuk timur
c)      Jonathan adalah bintang kelas dunia.
d)      Harta karunku (sangat berharga)
e)      Dia dianggap anak emas majikannya.
f)       Perpustakaan adalah gudang ilmu.

3) Personifikasi
Personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa seolah-olah mempunyai sifat seperti manusia.
Contoh:
a) Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk.
b) Ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai.
c) Peluit wasit menjerit panjang menandai akhir dari pertandingan tersebut.

4) Alegori
Alegori adalah Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
Alegori: majas perbandingan yang bertautan satu dan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh. Contoh: Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi
Alegori biasanya berbentuk cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.
Contoh:
Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.

5) Simbolik
Simbolik adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan
mempergunakan benda, binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang.
Contoh:
a)   Ia terkenal sebagai buaya darat.
b)   Rumah itu hangus dilalap si jago merah.
c)   Bunglon, lambang orang yang tak berpendirian
d)   Melati, lambang kesucian
e)   Teratai, lambang pengabdian

6) Metonimia
Metonimia adalah majas yang menggunakan ciri atau lebel dari sebuah benda untuk menggantikan benda tersebut.Pengungkapan tersebut berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.
Contoh:
a) Di kantongnya selalu terselib gudang garam. (maksudnya rokok gudang garam)
b) Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api)
c) Ayah pulang dari luar negeri naik garuda (maksudnya pesawat)

7) Sinekdok
Sinekdok adalah majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya. Majas sinekdokhe terdiri atas dua bentuk berikut.
a) Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.
    Contoh:
(a) Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya.
(b) Per kepala mendapat Rp. 300.000.
b) Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.
    Contoh:
(a) Dalam pertandingan final bulu tangkis Rt.03 melawan Rt. 07.
(b) Indonesia akan memilih idolanya malam nanti.

8. Simile
Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, " umpama", "ibarat","bak", bagai".
Contoh:
Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.

B. Majas Pertentangan
Majas Pertentangan adalah “Kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan yang dimaksudkan sebenarnya oleh pembicara atau penulis dengan maksud untuk memperhebat atau meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”. Jenis-jenis Majas Pertentangan dibedakan menjadi berikut.

1) Antitesis
Antitesis adalah majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya.
Contoh:
a) Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu.
b) Miskin kaya, cantik buruk sama saja di mata Tuhan.

2) Paradoks
Paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada.
Contoh;
a) Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini.
b) Hatiku merintih di tengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung ini.

3) Hiperbola
Majas hiperbola adalah majas yang berupa pernyataan berlebihan dari kenyataannya dengan maksud memberikan kesan mendalam atau meminta perhatian.
Contoh:
a) Suaranya menggelegar membelah angkasa.
b) Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.

4) Litotes
Litotes adalah majas yang menyatakan sesuatu dengan cara yang berlawanan dari kenyataannya dengan mengecilkan atau menguranginya. Tujuannya untuk merendahkan diri.
Contoh:
a) Makanlah seadanya hanya dengan nasi dan air putih saja.
b) Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti saya ini?

C. Majas Sindiran
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Majas sindirian dibagi menjadi:

1) Ironi
Ironi adalah majas yang menyatakan hal yang bertentangan dengan maksud menyindir.
Contoh:
a) Ini baru siswa teladan, setiap hari pulang malam.
b) Bagus sekali tulisanmu sampai tidak dapat dibaca.

2) Sinisme
Sinisme adalah majas yang menyatakan sindiran secara langsung.
Contoh :
a) Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar sepertimu.
b) Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu itu.

3) Sarkasme
Sarkasme adalah majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah.
Contoh:
a) Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu!
b) Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!


D. Majas Penegasan
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Majas penegasan terdiri atas tujuh bentuk berikut.

1) Pleonasme
Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata.
Contoh:
a) Semua siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.
b) Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur.

2) Repetisi
Repetisi adalah majas perulangan kata-kata sebagai penegasan.
Contoh:
a) Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.
b) Marilah kita sambut pahlawan kita, marilah kita sambut idola kita, marilah kita sambut putra bangsa.

3) Paralelisme
Paralelisme adalah majas perulangan yang biasanya ada di dalam puisi.
Contoh:
Cinta adalah pengertian
Cinta adalah kesetiaan
Cinta adalah rela berkorban

4) Tautologi
Tautologi adalah majas penegasan dengan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam sebuah kalimat dengan maksud menegaskan. Kadang pengulangan itu menggunakan kata bersinonim.
Contoh:
a) Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.
b) Seharusnya sebagai sahabat kita hidup rukun, akur, dan bersaudara.

5) Klimaks
Klimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturut-turut dan makin lama makin meningkat.
Contoh:
a) Semua orang dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut antri minyak.
b) Ketua Rt, Rw, kepala desa, gubernur, bahkan presiden sekalipun tak berhak mencampuri urusan pribadi seseorang.

6) Antiklimaks
Antiklimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturut-turut yang makin lama menurun.
a) Kepala sekolah, guru, dan siswa juga hadir dalam acara syukuran itu.
b) Di kota dan desa hingga pelosok kampung semua orang merayakan HUT RI ke -62.

7) Retorik
Retorik adalah majas yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban. Tujuannya memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.
Contoh:
a) Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja?
b) Apakah ini orang yang selama ini kamu bangga-banggakan ?