Tampilkan postingan dengan label Cerpen Online. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen Online. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 November 2018

TEKS CERITA FANTASI

Teks cerita fantasi adalah bahan tertulis yang berbentuk karangan atau tulisan untuk menuturkan, menggambarkan, atau membayangkan berbagai perbuaan, pengalaman, dan kejadian berupa angan-angan, khayalan, imajinasi, atau rekaan belaka. 

Unsur-unsur Cerita Fantasi

Ada keajaiban, keanehan, dan kemisteriusan
Cerita mengungkapkan hal-hal supranatural, kemisteriusan, dan keghaiban yang tidak ditemui dalam dunia nyata. Cerita fantasi adalah cerita fiksi berjenis fantasi (dunia imajinatif yang diciptakan penulis). Pada cerita fantasi hal yang tidak mungkin dijadikan biasa. Tokoh dan latar yang diciptakan penulis tidak ada di dunia nyata atau modifikasi dunia nyata.

Ide cerita
Ide cerita terbuka terhadap daya hayal penulis, tidak dibatasi oleh realitas atau kehidupan nyata. Ide juga berupa irisan dunia nyata dan dunia khayal yang diciptakan pengarang. Ide cerita terkadang bersifat sederhana tapi mampu menitipkan pesan yang menarik. Tema cerita fantasi adalah gaib, supernatural atau futuristik.


Menggunakan berbagai latar (lintas ruang dan waktu)
Peristiwa yang dialami tokoh terjadi pada dua latar yaitu latar yang masih ada dalam kehidupan sehari-hari dan latar yang tidak tidak ada pada kehidupan sehari-hari. Alur dan latar cerita fantasi memiliki kekhasan. Rangkaian peristiwa cerita fantasi menggunakan berbagai latar yang menerobos dimensi ruang dan waktu. Jalinan peristiwa pada cerita fantasi berpindah-pindah dari berbagai latar yang melintasi ruang dan waktu.

Tokoh unik (memiliki kesaktian)
Tokoh dalam cerita fantasi bisa diberi watak dan ciri yang unik yang tidak ada dalam kehidupan sehari-hari. Tokoh memiliki kesaktian-kesaktian tertentu. Tokoh mengalami peristiwa misterius yang tidak terjadi pada kehidupan sehari-hari . Tokoh mengalami kejadian dalam berbagai latar waktu. Tokoh dapat ada pada waktu dan tempat yang berbeda zaman (bisa waktu lampau atau waktu yang akan datang atau futuristik).

Bersifat fiksi
Cerita fantasi bersifat fiktif (bukan kejadian nyata). Cerita fantasi bisa diilhami oleh latar nyata atau objek nyata dalam kehidupan tetapi diberi fantasi.

Bahasa
Penggunaan sinonim dengan emosi yang kuat dan variasi kata cukup menonjol. Bahasa yang digunakan variatif, ekspresif, dan menggunakan ragam percakapan (bukan bahasa formal).

STRUKTUR TEKS FANTASI

1. ORIENTASI (PENGENALAN/ PEMBUKAAN)
2. KONFLIK (ISI)
3. RESOLUSI (ISI)
4. KODA (PENUTUP)

CONTOH TEKS FANTASI:
PESAN ARWAH
Pada suatu hari yang cerah ada seorang anak sebaya bernama Nata ,jalan jalan disebuah desa terpencil yang tidak jauh dari pegunungan , desa itu disebut desa Bambu Jati di daerah pekalongan .
Setelah 500 meter Nata berjalan pandangan Nata tertuju pada sebuah rumah yang besar dikelilingi pagar besi yang sangat kotor dan tidak terrawat. Tidak sengaja Nata melewati rumah tersebut dan melihat pintu pagar terbuka dengan sendirinya. Natapun terkejut dan penasaran , akhirnya Nata masuk kedalam rumah tersebut.
Dengan melangkah perlahan-lahan Nata mengucapkan salam “assalamualaikum………..” tiga kali Nata mengucapkan salam tapi tidak ada jawaban sama sekali. Nata membuka pintu rumah ternyata tidak terkunci lalu Nata masuk kedalam rumah tersebut. Nata tercengah karena melihat barang barang antik dan kuno terselimuti dengan debu dan sarang laba-laba.
Nata semakin penasaran akhirnya Nata masuk kedalam ruangan-ruangan yang ada di rumah tersebut, ada satu ruangan yang mencurigakan didalamnya. Nata menemukan cermin yang sangat besar, Nata seperti melihat kejadian yang ada dirumah itu dan Nata pun terkejut karena dibalik rumah itu ternyata semua pengguni rumah itu dibunuh oleh penjahat yang ada di desa itu.
Ada yang memanggil Nata di belakangnya “hantu………..” Nata terkejut karena ada wanita dibelakangnya wanita itu berkata ”tolong saya” wanita itu berkata-kata lagi, Natapun kebingungan dan ketakutan lalu nata bertanya”kau mau ditolong apa”Nata bertanya sambil ketakutan wanita itu menjawab “tolong doa kanlah kami dirumah ini”. Wanita itupun menghilang dan meninggalkan Nata.
Natapun keluar dari rumah itu dan memanggil orang-orang yang ada disekitar rumah itu dan Nata menyampaikan pesan dari arwah seorang wanita yang menghuni rumah tersebut, agar mendoahkan arwah-arwah lainnya yang ada dirumah tersebut.
Oleh: Putri


3 PUTERI KAYANGAN
      Pada suatu hari di sebuah  kerajaan citra bumi.terdapat tiga seorang puteri dari kayangan yang bernama: Rana,Rani,Rena.masing-masing tiga puteri kayangan itu mempunyai kekuatan yang sangat kuat.
·            Rana=mempunyai kekuatan bola api
·            Rani=mempunyai kekuatan angin topan
·            Rena=mempunyai kekuatan energi listrik
Ketiga puteri tersebut selalu mengikuti perintah sang ratu mereka. Sang ratu itu bernama  ratu Rosella.lalu seorang raja mereka bernama Raja brama.         
Di suatu pagi yang cerah di halaman kerajaan ke tiga putri kayangan itu  bermain air .tiba-tiba terde   sedangkan rena dan rana masih asik bermain air.ketika rani sudah berada di sumber suara tiba-tiba sang ratu jahat yang bernama caraca .ratu caraca ingin menguasai kerajaan citra bumi .”mau apa kau datang ke sini lagi”kata rani dengan kesal .”seperti biasa aku akan mengambil kerajaan ini”kata ratu caraca dengan bahagia .rana dan rena segera menyusul rani karena rani tak kembali-kembali .
         Saat sampai di tempat rani berada ,rani sudah tidak ada di tempat (kerajaan citra bumi).rana dan rena sangat panik karena sahabatnya telah menghilang begitu saja .rena mempunyai firasat yang sangat buruk.”jangan –jangan rani diculik ratu caraca “ kata rana dengan panik .  ”kita ke kerajaan ratu caraca saja , mari kita buktikan apakah ada rani di sana “kata rena .
         Sesampai di kerajan ratu caraca ,rena dan rana mencari dan mengelilingi kerajaan ratu caraca .rena telah menemukan  ruangan rahasia yaitu ruangan bawah tanah .disitulah tempat dimana ada suara orang meminta tolong.
      Rena dan rana mencari sumber suara tersebut.ternyata rena sudah menemukan rani yang tangannya sedang diikat.segera rana membuka tali tersebut dan membawa rani pergi ke kerajaan citra bumi.dan akhirnya mereka bertiga kembali bersama-sama dan melindungi kerajaan citra bumi.
Oleh: Alya, Valen, Rintan

Minggu, 31 Juli 2016

CERITA PENDEK [CERPEN]

PENGERTIAN, CIRI-CIRI CERPEN, STRUKTUR CERPEN, UNSUR INTRINSIK CERPEN, UNSUR EKSTRINSIK CERPEN, DAN NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM CERPEN


Pengertian Cerpen
Menurut KBBI 
cerpen atau cerita pendek adalah kisahan pendek (kurang dari 10.000 kata) yang memberikan kesan tunggal yang dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi (pada suatu ketika).

Menurut Sumardjo dan Saini
Cerpen adalah cerita fiktif atau tidak benar-benar terjadi, tetapi bisa saja terjadi kapanpun serta dimanapun yang mana ceritanya relatif pendek dan singkat.



Ciri-Ciri Cerpen

  1. Ceritanya jauh lebih pendek dibanding dengan novel.
  2. Memiliki jumlah kata kurang dari 10.000 kata atau tidak lebih dari 10 halaman.
  3. Cerita yang diceritakan biasanya bersumber dari kehidupan sehari-hari .
  4. Dalam cerpen hanya menceritakan inti sari dari cerita tersebut bukan kisah detail para tokohnya
  5. Dalam cerpen tokoh akan dihadapkan pada suatu permasalahan atau konflik yang pada akhirnya akan menemukan penyelesaian dari konflik tersebut.
  6. Pemakaian kata yang sederhana sehingga mudah dikenal pembaca.
  7. Pembaca dapat ikut merasakan langsung kisah yang diceritakan karena kesan yang ditinggalkan cerpen sangat mendalam.
  8. Mempunyai alur cerita lurus dan tunggal.
  9. Pendalam tokohnya sangat sederhana.
  10. Biasanya hanya menceritakan 1 kejadian atau peristiwa saja.


Struktur Cerpen
  • Abstrak
  • Abstrak merupakan ringkasan atau inti dari cerita pendek yang akan dikembangkan menjadi sebuah rangkaian-rangkaian peristiwa atau bisa juga sebagai gambaran awal dalam cerita. Abstrak bersifat opsional atau dalam artian bahwa setiap cerpen boleh tidak terdapat struktur abstrak tersebut.
  • Orientasi
  • Orientasi berkaitan dengan waktu, suasana, dan tempat yang berkaitan dengan jalan cerita dari cerpen tersebut.
  • Komplikasi
  • Komplikasi berisi urutan kejadian-kejadian yang dihubungkan secara sebab dan akibat. Pada komplikasi, biasanya mendapatkan karakter ataupun watak dari berbagai tokoh cerita pendek tersebut, hal ini karena pada bagian komplikasi kerumitan mulai bermunculan.
  • Evaluasi
  • Evaluasi yaitu struktur konflik yang terjadi dan mengarah pada klimaks serta sudah mulai mendapatkan penyelesaiannya dari konflik yang terjadi tersebut.
  • Resolusi
  • Pada bagian resolusi, pengarang mulai mengungkapkan solusi yang dialami tokoh.
  • Koda
  • Pada bagian koda, terdapat nilai ataupun pelajaran yang dapat diambil dari cerita pendek tersebut oleh pembacanya.

    Unsur Intrinsik Cerpen
    1. Tema
      Tema adalah sebuah gagasan pokok yang mendasari dari jalan cerita sebuah cerpen. Tema biasanya dapat langsung terlihat jelas di dalam cerita atay tersurat dan tidak langsung, dimana si pembaca harus teliti dan dapat menyimpulkan sendiri atau tersirat.

      2. Alur / Plot
      Jalan dari sebuah kisah cerita merupakan karya sastra. Secara garis besar, alur merupakan urutan tahapan jalannya cerita, antara lain : perkenalan > muncul konflik atau suatu permasalahan > peningkatan konflik > puncak konflik (klimaks) > penurunan konflik > selesaian
        Adapun jenis plot bisa disederhanakan menjadi tiga jenis, yaitu:
        A. Plot keras, jika akhir cerita meledak keras di luar dugaan pembaca. Contohnya: cerpen-cerpen Anton Chekov, pengarang Rusia legendaris, cerpen-cerpen Trisnoyuwono yang terkumpul dalam Laki-laki dan Mesiu, cerpen-cerpen Subagio Sastrowardoyo dalam kumpulannya Kejantanan di Sumbing.
        B. Plot lembut, jika akhir cerita berupa bisikan, tidak mengejutkan pembaca, namun tetap disampaikan dengan mengesan sehingga seperti terus tergiang di telinga pembaca. Contoh, cerpen Seribu Kunang-kunang di Manhattan karya Umar Kayam, cerpen-cerpen Danarto dalam Godlob, dan hampir semua cerpen Guy de Maupassant, pengarang Perancis menggunakan plot berbisik.
        C. Plot lembut-meledak, atau plot meledak-lembut adalah campuran plot keras dan lembut. Contoh: cerpen Krawang-Bekasi milik Gerson Poyk, cerpen Bulan Mati karya R. Siyaranamual, dan cerpen Putu Wijaya berjudul Topeng bisa dimasukkan di sini.
        Adapun jika kita melihat sifatnya, maka ada cerpen dengan plot terbuka, plot tertutup dan cempuran keduanya. Jadi sifat plot ada kalanya:
    • Terbuka. Jika akhir cerita merangsang pembaca untuk mengembangkan jalan cerita, di samping masalah dasar persoalan.
    • Tertutup. Akhir cerita tidak merangsang pembaca untuk meneruskan jalan cerita. Contoh Godlobnya Danarto.
    • Campuran keduanya.

      3.Setting
      Setting sangat berkaitan dengan tempat atau latar, waktu, dan suasana dalam cerpen tersebut.

      4.Tokoh
      Tokoh merupakan pelaku yang terlibat dalam cerita tersebut. Setiap tokoh biasanya mempunyai karakter tersendiri. Dalam sebuah cerita terdapat tokoh:
      A. PROTAGONIS [tokoh utama]
      B. ANTAGONIS [tokoh lawan]
      C. TRITAGONIS [tokoh penengah]
      D. CAMEO [tokoh figuran]

      5.Penokohan
      Penokohan yaitu pemberian sifat pada tokoh atau pelaku dalam cerita tersebut. Sifat yang telah diberikan dapat tercermin dalam pikiran, ucapan, dan pandangan tokoh terhadap sesuatu hal. Metode penokohan ada 2 (dua) macam diantaranya: 

      Metode analitik 
      yaitu suatu metode penokohan dengan cara memaparkan atau menyebutkan sifat tokoh secara langsung, seperti seperti: pemberani, penakut, pemalu, keras kepala, dan sebagainya. 

      Metode dramatik 
      yaitu suatu metode penokohan dengan cara memaparkannya secara tidak langsung, yaitu dapat dengan cara : penggambaran fisik (Misalnya cara berpakaian, postur tubuh, dan sebagainya), penggambaran dengan melalui sebuah percakapan atau dialog, reaksi dari tokoh lain (dapat berupa pendapat, sikat, pandangan, dan sebagainya).
        Di sisi lain, sifat tokoh ini bisa diungkapkan dengan berbagai cara, diantaranya melalui:
        a.Tindakan, ucapan dan pikirannya
        b. Tempat tokoh tersebut berada
        c. Benda-benda di sekitar tokoh
        d. Kesan tokoh lain terhadap dirinya
        e. Deskripsi langsung secara naratif oleh pengarang


      6. Sudut Pandang
      Adalah cara pandang pengarang dalam memandang suatu peristiwa di dalam cerita. Sudut pandang ada 4, antara lain:
        A. Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Utama
        Dalam sudut pandang ini, tokoh ”aku” mengisahkan tentang berbagai peristiwa yang terjadi serta tingkah laku yang dialaminya. Tokoh ”aku” akan menjadi pusat perhatian dari kisah cerpen tersebut. Dalam sudut pandang ini, tokoh "aku" digunakan sebagai tokoh utama.
        Contoh:
        Pagi ini cuaca begitu cerah hingga dapat mengubah suasana jiwaku yang penat karena setumpuk tugas yang terbengkelai menjadi teringankan. Namun, sekarang aku harus mulai bangkit dari tidurku dan bergegas untuk mandi karena pagi ini aku harus bekerja keras.
        B. Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Sampingan
        Tokoh ”aku” muncul tidak sebagai tokoh utama lagi, melainkan sebagai pelaku tambahan. Tokoh ”aku” hadir dalam jalan cerita hanya untuk membawakan cerita kepada pembaca, sedangkan tokoh cerita yang dikisahkan kemudian ”dibiarkan” untuk dapat mengisahkan sendiri berbagai pengalaman yang dialaminya. Tokoh dari jalan cerita yang dibiarkan berkisah sendiri itulah yang pada akhirnya akan menjadi tokoh utama, sebab ialah yang lebih banyak tampil, membawakan berbagai peristiwa, serta berhubungan dengan tokoh-tokoh yang lainnya. Dengan demikian tokoh ”aku” cuman tampil sebagai saksi saja. Saksi terhadap berlangsungnya sebuah cerita yang ditokohi oleh orang lain. Tokoh ”aku” pada umumnya hanya tampil sebagai pengantar dan penutup cerita. 
        Contoh:
        Sekarang aku tinggal di Jakarta, kota metropolitan yang memiliki beribu-ribu kendaraan. Dulu, aku sempat menolak untuk dipindahkan ke ibukota. Tapi, pada kali ini aku sudah tidak kuasa untuk menghindar dari tugas ini. Ternyata, bukan aku saja yang mengalaminya. Teman asramaku yang bernama Andi, juga mengalami hal yang sama. Kami berdua sangatlah akrab dan berjuang bersama-sama dalam menghadapi kerasnya kota Jakarta.
        C. Sudut Pandang Orang Ketiga Serbatahu
        Kisah cerita dari sudut ”dia”, namun pengarang atau narator dapat menceritakan apa saja hal-hal dan tindakan yang menyangkut tokoh ”dia” tersebut. Pengarang mengetahui segalanya. 
        Contoh:
        Sudah genap 1 bulan dia menjadi pendatang baru di perumahan ini. Tapi, dia juga belum satu kali pun terlihat keluar rumah cuman untuk sekedar beramah-tamah dengan tetangga yang lain. “Apakah si pemilik rumah itu terlalu sibuk ya?” ungkap salah seorang tetangganya. Pernah 1 kali dia kedatangan tamu yang katanya adalah saudaranya. Memang dia adalah sosok introvert, jadi walaupun saudaranya sendiri yang datang untuk berkunjung, dia tidak menyukainya.
        D. Sudut Pandang Orang Ketiga Pengamat
        Dalam sudut pandang ini berbeda dengan orang ketiga serbatahu. Pengarang hanya melukiskan apa yang dilihat, dialami, dipikir, dan dirasakan oleh tokoh tersebut, namun terbatas pada seorang tokoh saja.  
        Contoh:
        Entah apa yang telah terjadi dengannya. Pada saat datang, ia langsung marah. Memang kelihatannya ia mempunyai banyak masalah. Tapim kalau dilihat dari raut mukanya, mungkin tak hanya itu yang sedang ia rasakan. Tapi sepertinya dia juga sakit. Bibirnya tampak kering, wajahnya pucat, serta rambutnya kusut.
         
        Adapun Sudut Pandang dikelompokkan lagi menjadi 4 yaitu :
    1. Sudut pandangan orang pertama. Lazim disebut point of view orang pertama. Pengarang menggunakan sudut pandang “aku” atau “saya”. Di sini yang harus diperhatikan adalah pengarang harus netral dengan “aku” dan “saya”nya.
    2. Sudut pandang orang ketiga, biasanya pengarang menggunakan tokoh “ia”, atau “dia”. Atau bisa juga dengan menyebut nama tokohnya; “Aisha”, “Fahri”, dan “Nurul” misalnya.
    3. Sudut pandang campuran, di mana pengarang membaurkan antara pendapat pengarang dan tokoh-tokohnya. Seluruh kejadian dan aktivitas tokoh diberi komentar dan tafsiran, sehingga pembaca mendapat gambaran mengenai tokoh dan kejadian yang diceritakan. Dalam “Sekelumit Nyanyian Sunda” Nasjah Djamin sangat baik menggunakan teknik ini.
    4. Sudut pandangan yang berkuasa. Merupakan teknik yang menggunakan kekuasaan si pengarang untuk menceritakan sesuatu sebagai pencipta. Sudut pandangan yang berkuasa ini membuat cerita sangat informatif. Sudut pandanga ini lebih cocok untuk cerita-cerita bertendens. Para pujangga Balai Pustaka banyak yang menggunakan teknik ini. Jika tidak hati-hati dan piawai sudut pandangan berkuasa akan menjadikan cerpen terasa menggurui.

      1. 7.Amanat
        Amanat merupakan sebuah pesan dari seorang penulis atau pengarang cerita tersebut kepada pembaca agar pembaca dapat bertindak atau melakukan sesuatu.   
            
            
        Unsur Ekstrinsik Cerpen
        Unsur ekstrinsik cerpen merupakan sebuah unsur yang membentuk cerpen dari luar, berbeda dengan unsur intrinsik cerpen yang membentuk cerpen dari dalam. Unsur ekstrinsik cerpen tidak terlepas dari keadaan masyarakat saat dimana cerpen tersebut dibuat oleh pengarang. Unsur ini sangat memiliki banyak sekali pengaruh terhadap penyajian amanat ataupun latar belakang dari cerpen tersebut. Berikut unsur ekstrinsik cerpen. 
        1. Latar Belakang Masyarakat
        Latar belakang masyarakat yaitu suatu pengaruh dari kondisi latar belakang masyarakat terhadap terbentuknya sebuah jalan cerita. Pemahaman tersebut dapat berupa pengkajian Ideologi negara, kondisi politik, sosial masyarakat, sampai dengan kondisi ekonomi pada masyarakat itu sendiri.
        2.Latar Belakang Pengarang
        Latar belakang pengarang dapat meliputi pemahaman pengarang terhadap sejarah hidup serta sejarah hasil karangan yang telah dibuat sebelumnya.
        A.Biografi
        Biografi biasanya berisikan tentang riwayat hidup pengarang cerita tersebut yang ditulis secara keseluruhan.
        B.. Kondisi Psikologis
        Kondisi psikologis berisi tentang pemahaman kondisi mood ketika pengarang menulis kisah cerita tersebut.
        C. Aliran Sastra
        Aliran sastra seorang pengarang pastinya akan mengikuti suatu aliran sastra tertentu. Hal tersebut sangatlah berpengaruh terhadap gaya penulisan yang dipakai oleh pengarang dalam menciptakan sebuah kisah dalam cerpen tersebut.

        Nilai-Nilai Yang Terkandung Dalam Cerpen
        • Nilai agama
        Berkaitan dengan pelajaran agama yang dapat dipetik dalam teks cerpen.
        • Nilai Sosial
        Berkaitan dengan pelajaran yang dapat dipetik dari interaksi sosial antara para tokoh dan lingkungan masyarakat dalam teks cerpen.
        • Nilai moral
        Nilai ini berkaitan dengan nilai yang dianggap baik atau buruk dalam masyarakat. Dalam cerpen nilai moral bisa berupa nilai moral negatif (buruk) atau nilai moral positif (baik).
        • Nilai budaya
        Nilai yang berkaitan erat dengan kebudayaan , kebiasaan, serta tradisi adat istiadat.

        Sumber:
      • KBBI
      • akbarfauziblogspot
      • materibelajarblogspot
      • gopengertianblogspot