Minggu, 31 Juli 2016

CERITA PENDEK [CERPEN]

PENGERTIAN, CIRI-CIRI CERPEN, STRUKTUR CERPEN, UNSUR INTRINSIK CERPEN, UNSUR EKSTRINSIK CERPEN, DAN NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM CERPEN


Pengertian Cerpen
Menurut KBBI 
cerpen atau cerita pendek adalah kisahan pendek (kurang dari 10.000 kata) yang memberikan kesan tunggal yang dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi (pada suatu ketika).

Menurut Sumardjo dan Saini
Cerpen adalah cerita fiktif atau tidak benar-benar terjadi, tetapi bisa saja terjadi kapanpun serta dimanapun yang mana ceritanya relatif pendek dan singkat.



Ciri-Ciri Cerpen

  1. Ceritanya jauh lebih pendek dibanding dengan novel.
  2. Memiliki jumlah kata kurang dari 10.000 kata atau tidak lebih dari 10 halaman.
  3. Cerita yang diceritakan biasanya bersumber dari kehidupan sehari-hari .
  4. Dalam cerpen hanya menceritakan inti sari dari cerita tersebut bukan kisah detail para tokohnya
  5. Dalam cerpen tokoh akan dihadapkan pada suatu permasalahan atau konflik yang pada akhirnya akan menemukan penyelesaian dari konflik tersebut.
  6. Pemakaian kata yang sederhana sehingga mudah dikenal pembaca.
  7. Pembaca dapat ikut merasakan langsung kisah yang diceritakan karena kesan yang ditinggalkan cerpen sangat mendalam.
  8. Mempunyai alur cerita lurus dan tunggal.
  9. Pendalam tokohnya sangat sederhana.
  10. Biasanya hanya menceritakan 1 kejadian atau peristiwa saja.


Struktur Cerpen
  • Abstrak
  • Abstrak merupakan ringkasan atau inti dari cerita pendek yang akan dikembangkan menjadi sebuah rangkaian-rangkaian peristiwa atau bisa juga sebagai gambaran awal dalam cerita. Abstrak bersifat opsional atau dalam artian bahwa setiap cerpen boleh tidak terdapat struktur abstrak tersebut.
  • Orientasi
  • Orientasi berkaitan dengan waktu, suasana, dan tempat yang berkaitan dengan jalan cerita dari cerpen tersebut.
  • Komplikasi
  • Komplikasi berisi urutan kejadian-kejadian yang dihubungkan secara sebab dan akibat. Pada komplikasi, biasanya mendapatkan karakter ataupun watak dari berbagai tokoh cerita pendek tersebut, hal ini karena pada bagian komplikasi kerumitan mulai bermunculan.
  • Evaluasi
  • Evaluasi yaitu struktur konflik yang terjadi dan mengarah pada klimaks serta sudah mulai mendapatkan penyelesaiannya dari konflik yang terjadi tersebut.
  • Resolusi
  • Pada bagian resolusi, pengarang mulai mengungkapkan solusi yang dialami tokoh.
  • Koda
  • Pada bagian koda, terdapat nilai ataupun pelajaran yang dapat diambil dari cerita pendek tersebut oleh pembacanya.

    Unsur Intrinsik Cerpen
    1. Tema
      Tema adalah sebuah gagasan pokok yang mendasari dari jalan cerita sebuah cerpen. Tema biasanya dapat langsung terlihat jelas di dalam cerita atay tersurat dan tidak langsung, dimana si pembaca harus teliti dan dapat menyimpulkan sendiri atau tersirat.

      2. Alur / Plot
      Jalan dari sebuah kisah cerita merupakan karya sastra. Secara garis besar, alur merupakan urutan tahapan jalannya cerita, antara lain : perkenalan > muncul konflik atau suatu permasalahan > peningkatan konflik > puncak konflik (klimaks) > penurunan konflik > selesaian
        Adapun jenis plot bisa disederhanakan menjadi tiga jenis, yaitu:
        A. Plot keras, jika akhir cerita meledak keras di luar dugaan pembaca. Contohnya: cerpen-cerpen Anton Chekov, pengarang Rusia legendaris, cerpen-cerpen Trisnoyuwono yang terkumpul dalam Laki-laki dan Mesiu, cerpen-cerpen Subagio Sastrowardoyo dalam kumpulannya Kejantanan di Sumbing.
        B. Plot lembut, jika akhir cerita berupa bisikan, tidak mengejutkan pembaca, namun tetap disampaikan dengan mengesan sehingga seperti terus tergiang di telinga pembaca. Contoh, cerpen Seribu Kunang-kunang di Manhattan karya Umar Kayam, cerpen-cerpen Danarto dalam Godlob, dan hampir semua cerpen Guy de Maupassant, pengarang Perancis menggunakan plot berbisik.
        C. Plot lembut-meledak, atau plot meledak-lembut adalah campuran plot keras dan lembut. Contoh: cerpen Krawang-Bekasi milik Gerson Poyk, cerpen Bulan Mati karya R. Siyaranamual, dan cerpen Putu Wijaya berjudul Topeng bisa dimasukkan di sini.
        Adapun jika kita melihat sifatnya, maka ada cerpen dengan plot terbuka, plot tertutup dan cempuran keduanya. Jadi sifat plot ada kalanya:
    • Terbuka. Jika akhir cerita merangsang pembaca untuk mengembangkan jalan cerita, di samping masalah dasar persoalan.
    • Tertutup. Akhir cerita tidak merangsang pembaca untuk meneruskan jalan cerita. Contoh Godlobnya Danarto.
    • Campuran keduanya.

      3.Setting
      Setting sangat berkaitan dengan tempat atau latar, waktu, dan suasana dalam cerpen tersebut.

      4.Tokoh
      Tokoh merupakan pelaku yang terlibat dalam cerita tersebut. Setiap tokoh biasanya mempunyai karakter tersendiri. Dalam sebuah cerita terdapat tokoh:
      A. PROTAGONIS [tokoh utama]
      B. ANTAGONIS [tokoh lawan]
      C. TRITAGONIS [tokoh penengah]
      D. CAMEO [tokoh figuran]

      5.Penokohan
      Penokohan yaitu pemberian sifat pada tokoh atau pelaku dalam cerita tersebut. Sifat yang telah diberikan dapat tercermin dalam pikiran, ucapan, dan pandangan tokoh terhadap sesuatu hal. Metode penokohan ada 2 (dua) macam diantaranya: 

      Metode analitik 
      yaitu suatu metode penokohan dengan cara memaparkan atau menyebutkan sifat tokoh secara langsung, seperti seperti: pemberani, penakut, pemalu, keras kepala, dan sebagainya. 

      Metode dramatik 
      yaitu suatu metode penokohan dengan cara memaparkannya secara tidak langsung, yaitu dapat dengan cara : penggambaran fisik (Misalnya cara berpakaian, postur tubuh, dan sebagainya), penggambaran dengan melalui sebuah percakapan atau dialog, reaksi dari tokoh lain (dapat berupa pendapat, sikat, pandangan, dan sebagainya).
        Di sisi lain, sifat tokoh ini bisa diungkapkan dengan berbagai cara, diantaranya melalui:
        a.Tindakan, ucapan dan pikirannya
        b. Tempat tokoh tersebut berada
        c. Benda-benda di sekitar tokoh
        d. Kesan tokoh lain terhadap dirinya
        e. Deskripsi langsung secara naratif oleh pengarang


      6. Sudut Pandang
      Adalah cara pandang pengarang dalam memandang suatu peristiwa di dalam cerita. Sudut pandang ada 4, antara lain:
        A. Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Utama
        Dalam sudut pandang ini, tokoh ”aku” mengisahkan tentang berbagai peristiwa yang terjadi serta tingkah laku yang dialaminya. Tokoh ”aku” akan menjadi pusat perhatian dari kisah cerpen tersebut. Dalam sudut pandang ini, tokoh "aku" digunakan sebagai tokoh utama.
        Contoh:
        Pagi ini cuaca begitu cerah hingga dapat mengubah suasana jiwaku yang penat karena setumpuk tugas yang terbengkelai menjadi teringankan. Namun, sekarang aku harus mulai bangkit dari tidurku dan bergegas untuk mandi karena pagi ini aku harus bekerja keras.
        B. Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Sampingan
        Tokoh ”aku” muncul tidak sebagai tokoh utama lagi, melainkan sebagai pelaku tambahan. Tokoh ”aku” hadir dalam jalan cerita hanya untuk membawakan cerita kepada pembaca, sedangkan tokoh cerita yang dikisahkan kemudian ”dibiarkan” untuk dapat mengisahkan sendiri berbagai pengalaman yang dialaminya. Tokoh dari jalan cerita yang dibiarkan berkisah sendiri itulah yang pada akhirnya akan menjadi tokoh utama, sebab ialah yang lebih banyak tampil, membawakan berbagai peristiwa, serta berhubungan dengan tokoh-tokoh yang lainnya. Dengan demikian tokoh ”aku” cuman tampil sebagai saksi saja. Saksi terhadap berlangsungnya sebuah cerita yang ditokohi oleh orang lain. Tokoh ”aku” pada umumnya hanya tampil sebagai pengantar dan penutup cerita. 
        Contoh:
        Sekarang aku tinggal di Jakarta, kota metropolitan yang memiliki beribu-ribu kendaraan. Dulu, aku sempat menolak untuk dipindahkan ke ibukota. Tapi, pada kali ini aku sudah tidak kuasa untuk menghindar dari tugas ini. Ternyata, bukan aku saja yang mengalaminya. Teman asramaku yang bernama Andi, juga mengalami hal yang sama. Kami berdua sangatlah akrab dan berjuang bersama-sama dalam menghadapi kerasnya kota Jakarta.
        C. Sudut Pandang Orang Ketiga Serbatahu
        Kisah cerita dari sudut ”dia”, namun pengarang atau narator dapat menceritakan apa saja hal-hal dan tindakan yang menyangkut tokoh ”dia” tersebut. Pengarang mengetahui segalanya. 
        Contoh:
        Sudah genap 1 bulan dia menjadi pendatang baru di perumahan ini. Tapi, dia juga belum satu kali pun terlihat keluar rumah cuman untuk sekedar beramah-tamah dengan tetangga yang lain. “Apakah si pemilik rumah itu terlalu sibuk ya?” ungkap salah seorang tetangganya. Pernah 1 kali dia kedatangan tamu yang katanya adalah saudaranya. Memang dia adalah sosok introvert, jadi walaupun saudaranya sendiri yang datang untuk berkunjung, dia tidak menyukainya.
        D. Sudut Pandang Orang Ketiga Pengamat
        Dalam sudut pandang ini berbeda dengan orang ketiga serbatahu. Pengarang hanya melukiskan apa yang dilihat, dialami, dipikir, dan dirasakan oleh tokoh tersebut, namun terbatas pada seorang tokoh saja.  
        Contoh:
        Entah apa yang telah terjadi dengannya. Pada saat datang, ia langsung marah. Memang kelihatannya ia mempunyai banyak masalah. Tapim kalau dilihat dari raut mukanya, mungkin tak hanya itu yang sedang ia rasakan. Tapi sepertinya dia juga sakit. Bibirnya tampak kering, wajahnya pucat, serta rambutnya kusut.
         
        Adapun Sudut Pandang dikelompokkan lagi menjadi 4 yaitu :
    1. Sudut pandangan orang pertama. Lazim disebut point of view orang pertama. Pengarang menggunakan sudut pandang “aku” atau “saya”. Di sini yang harus diperhatikan adalah pengarang harus netral dengan “aku” dan “saya”nya.
    2. Sudut pandang orang ketiga, biasanya pengarang menggunakan tokoh “ia”, atau “dia”. Atau bisa juga dengan menyebut nama tokohnya; “Aisha”, “Fahri”, dan “Nurul” misalnya.
    3. Sudut pandang campuran, di mana pengarang membaurkan antara pendapat pengarang dan tokoh-tokohnya. Seluruh kejadian dan aktivitas tokoh diberi komentar dan tafsiran, sehingga pembaca mendapat gambaran mengenai tokoh dan kejadian yang diceritakan. Dalam “Sekelumit Nyanyian Sunda” Nasjah Djamin sangat baik menggunakan teknik ini.
    4. Sudut pandangan yang berkuasa. Merupakan teknik yang menggunakan kekuasaan si pengarang untuk menceritakan sesuatu sebagai pencipta. Sudut pandangan yang berkuasa ini membuat cerita sangat informatif. Sudut pandanga ini lebih cocok untuk cerita-cerita bertendens. Para pujangga Balai Pustaka banyak yang menggunakan teknik ini. Jika tidak hati-hati dan piawai sudut pandangan berkuasa akan menjadikan cerpen terasa menggurui.

      1. 7.Amanat
        Amanat merupakan sebuah pesan dari seorang penulis atau pengarang cerita tersebut kepada pembaca agar pembaca dapat bertindak atau melakukan sesuatu.   
            
            
        Unsur Ekstrinsik Cerpen
        Unsur ekstrinsik cerpen merupakan sebuah unsur yang membentuk cerpen dari luar, berbeda dengan unsur intrinsik cerpen yang membentuk cerpen dari dalam. Unsur ekstrinsik cerpen tidak terlepas dari keadaan masyarakat saat dimana cerpen tersebut dibuat oleh pengarang. Unsur ini sangat memiliki banyak sekali pengaruh terhadap penyajian amanat ataupun latar belakang dari cerpen tersebut. Berikut unsur ekstrinsik cerpen. 
        1. Latar Belakang Masyarakat
        Latar belakang masyarakat yaitu suatu pengaruh dari kondisi latar belakang masyarakat terhadap terbentuknya sebuah jalan cerita. Pemahaman tersebut dapat berupa pengkajian Ideologi negara, kondisi politik, sosial masyarakat, sampai dengan kondisi ekonomi pada masyarakat itu sendiri.
        2.Latar Belakang Pengarang
        Latar belakang pengarang dapat meliputi pemahaman pengarang terhadap sejarah hidup serta sejarah hasil karangan yang telah dibuat sebelumnya.
        A.Biografi
        Biografi biasanya berisikan tentang riwayat hidup pengarang cerita tersebut yang ditulis secara keseluruhan.
        B.. Kondisi Psikologis
        Kondisi psikologis berisi tentang pemahaman kondisi mood ketika pengarang menulis kisah cerita tersebut.
        C. Aliran Sastra
        Aliran sastra seorang pengarang pastinya akan mengikuti suatu aliran sastra tertentu. Hal tersebut sangatlah berpengaruh terhadap gaya penulisan yang dipakai oleh pengarang dalam menciptakan sebuah kisah dalam cerpen tersebut.

        Nilai-Nilai Yang Terkandung Dalam Cerpen
        • Nilai agama
        Berkaitan dengan pelajaran agama yang dapat dipetik dalam teks cerpen.
        • Nilai Sosial
        Berkaitan dengan pelajaran yang dapat dipetik dari interaksi sosial antara para tokoh dan lingkungan masyarakat dalam teks cerpen.
        • Nilai moral
        Nilai ini berkaitan dengan nilai yang dianggap baik atau buruk dalam masyarakat. Dalam cerpen nilai moral bisa berupa nilai moral negatif (buruk) atau nilai moral positif (baik).
        • Nilai budaya
        Nilai yang berkaitan erat dengan kebudayaan , kebiasaan, serta tradisi adat istiadat.

        Sumber:
      • KBBI
      • akbarfauziblogspot
      • materibelajarblogspot
      • gopengertianblogspot

    Selasa, 26 Juli 2016

    PENGERTIAN NARRATIVE TEXT

    narrative text


    Pengertian Narrative Text

    Narrative Text itu seperti apa? Disebutkan bahwa A narrative text is an imaginative story to entertain people (teks narasi adalah cerita imaginatif yang bertujuan menghibur orang). 


    Jika melihat pada kamus bahasa Inggris, secara harfiah narrative bermakna (1) a spoken or written account of connected events; a story. (2) the narrated part of a literary work, as distinct from dialogue. (3) the practice or art of narration. 

    (Narrative bermakna : 1. sebuah cerita baik terucap atau tertulis tentang peristiwa-peristiwa yang berhubungan. 2. bagian yang diceritakan dalam sebuah karya sastra, berbeda dengan dialog. 3. Praktik atau seni bercerita)

    Jika disimpulkan, maka sebuah narrative text adalah teks yang berisi sebuah cerita baik tertulis ataupun tidak tertulis dan terdapat rangkaian peristiwa yang saling terhubung.

    Generic Structure dari Narrative Text

    Bagi sobat yang masih duduk di bangku sekolah tingkat menengah, penjelasan mengenai narrative texts tak usah sulit-sulit ya.. Intinya, narrative text ini mempunyai struktur / susunan seperti di bawah ini: 


    Orientation : It is about the opening paragraph where the characters of the story are introduced.(berisi pengenalan tokoh, tempat dan waktu terjadinya cerita (siapa atau apa, kapan dan dimana) 

    Complication : Where the problems in the story developed. (Permasalahan muncul / mulai terjadi dan berkembang)

    Resolution : Where the problems in the story is solved. Masalah selesai, --- secara baik "happy ending" ataupun buruk "bad ending".

    Kadangkala susunan (generic structure) narrative text bisa berisi: OrientationComplicationEvaluationResolution dan Reorientation. Meski “Evaluation” dan “Reorientation” merupakan optional; bisa ditambahkan dan bisa tidak. Evaluation berisi penilaian/evaluasi terhadap jalannya cerita atau konflik. Sedangkan Reorientation berisi penyimpulan isi akhir cerita.

    Pada beberapa referensi tentang Narrative Text, terdapat tambahan generic structure pada Narrative Text, yaitu penambahan Coda setelah Resoultion. Jadi susunan Narrative text adalah Orientiation, Complication, Resolution dan Coda.
    Coda adalah bagian terakhir dari structure Narrative Text yang berisi perubahan yang terjadi pada tokoh dan pelajaran yang dapat dipetik dari cerita tersebut.

    Jika sudah mahir membuat cerita narrative, susunannya bisa diubah-ubah kok, yang terpenting bagian-bagian di atas masih tetap ada dalam tulisan narrative sobat. 

    Ciri-Ciri Narrative Text
    • Mengunakan Action Verb dalam bentuk Past Tense. Misalnya : Climbed, Turned, Brought, dsb.
    • Menggunakan Nouns tertentu sebagai kata ganti orang, hewan dan benda tertentu dalam cerita. Misalnya : the king, the queen, dsb.
    • Menggunakan Adjectives yang membentuk noun phrase. Misalnya : long black hair, two red apples, dsb.
    • Menggunakan Time Connectives dan Conjunctions untuk mengurutkan kejadian-kejadian. Misalnya : then, before, after, soon, dsb.
    • Menggunakan Adverbs dan Adverbial Phrase untuk menunjukkan lokasi kejadian atau peristiwa. Misalnya : here, in the mountain, happily ever after, dsb. 

    Untuk lebih jelasnya, lihat contohnya di bawah ini :

    Contoh Narrative Text Lengkap

    Di bawah ini contoh - contoh narrative text, seperti :
    1. Kumpulan Narrative Text Cerita Rakyat Indonesia dalam Bahasa Inggris berisi kumpulan kisah / cerita rakyat bahasa Inggris yang melegenda di bumi nusantara Indonesia.
    2. Kumpulan Narrative Text Dongeng Legenda Bahasa Inggris berisi kumpulan dongeng-dongeng terkenal baik di dunia ataupun di Indonesia.
    3. Kumpulan Narrative Text Cerita Binatang / Fabel Bahasa Inggris berisi kumpulan cerita tentang hewan atau disebut juga "fable" terpopuler.
    4. Kumpulan Narrative Text Cerita Nabi berbahasa Inggris Pendek berisi cerita naratif islami tentang Nabi dan Rasul dalam bahasa Inggris.
    CONTOH NARRATIVE TEXT TINGKAT SD/ SMP/SMA

    Sam, The Kind Of Lion
    Once upon a time, there lived a lion in the jungle. His name was Sam. Everybody in the jungle knew him very well. and they didn’t want to make a friend with him. Because they were afraid of him. Because his face was so scary and vicious.
    One day, in a shiny morning, when Sam was sunbathing at the side of the river, he saw a small antelope in danger. A giant snake came sneaking behind it. The giant snake was going to eat it. Suddenly Sam jumped over the snake as soon as possible before the snake caught the small antelope and scared the snake away.
    Later, the small antelope felt relieved that Sam saved his life from the giant snake. After that, he told the whole jungle that Sam was a kind lion. Sam just saved his life. So, there was no need to be afraid of him. After that accident, Sam had a lot of friends.

    Artinya:
    Pada suatu hari, hiduplah seekor singa di hutan. Namanya Sam. Semua binatang di hutan mengenalnya dengan sangat baik dan mereka tidak mau berteman dengannya. Karena mereka takut kepadanya. Wajahnya begitu menakutkan dan ganas.
    Suatu hari, di pagi yang cerah, ketika Sam sedang berjemur di pinggir sungai, Sam melihat seekor kijang kecil dalam bahaya. Seekor ular raksasa menyelinap di belakangnya. Ular raksasa itu akan memakan kijang kecil tersebut. Tiba-tiba Sam menerkam ular tersebut sebelum ia menangkap kijang kecil. Sang ular ketakutan dan pergi meninggalkan mereka.
    Kemudian, si kijang jecil tersebut merasa lega mengetahui Sam telah menyelamatkan hidupnya dari ular raksasa. Setalah kejadian tersebut. Si kijang kecil memberitahukan kepada semua warga hutan bahwa Sam adalah seekor singa yang baik. Sam telah menyelamatkan nyawanya. Jadi, tidak perlu takut kepadanya. Sejak kejadian itu, Sam mempunyai banyak teman di hutan.

    Penjelasan Narrative Text (untuk tingkat Mahir)

    Untuk mengetahui definisi dan penjelasan tentang narration (narrative text) sobat mahasiswa dan mahasiswi bisa membaca buku buku tentang writing di perpustakaan terdekat dan terlengkap, dan disini saya hanya akan mengutipkan pendapat Thomas S. Kane (2000: 363-364) di bawah ini:

    A narrative is a meaningful sequence of events told in words. It is sequential in that the events are ordered, not merely random. Sequence always involves an arrangement in time (and usually other arrangements as well). A straightforward movement from the first event to the last constitutes the simplest chronology. However, chronology is sometimes complicated by presenting the events in another order: for example, a story may open with the final episode and then flash back to all that preceded it.
    A narrative has meaning in that it conveys an evaluation of some kind.  The writer reacts to the story he or she tells, and states or implies that reaction. This is the "meaning," sometimes called the "theme," of a story. Meaning must always be rendered. The writer has to do more than tell us the truth he sees in the story; he must manifest that truth in the characters and the action.
    Characters and action are the essential elements of any story. Also important, but not as essential, is the setting, the place where the action occurs. Characters are usually people—sometimes actual people, as in history books or newspaper stories, sometimes imaginary ones, as in novels. Occasionally characters are animals (as in an Aesop fable), and sometimes a dominant feature of the environment functions almost like a character (the sea, an old house).
    The action is what the characters say and do and anything that happens to them, even if it arises from a nonhuman source—a storm, for instance, or a fire. Action is often presented in the form of a plot. Action is, so to speak, the raw material; plot, the finished product, the fitting together of the bits and pieces of action into a coherent pattern.  Usually, though not invariably, plot takes the form of a cause-and effect chain: event A produces event B; B leads to C; C to D; and so on until the final episode, X. In a well-constructed plot of this kind we can work back from X to A and see the connections that made the end of the story likely and perhaps inevitable.
    Stories can be very long and complicated, with many characters, elaborate plots, and subtle interpenetration of character, action, and setting. In writing that is primarily expository, however, narratives are shorter and simpler. Most often they are factual rather than imaginary, as when an historian describes an event. And often in exposition an illustration may involve a simple narrative. Being able to  tell a story, then, while not the primary concern of the expository writer, is a skill which he or she will now and again be called upon to use.


    Penjelasan dalam blockquote di atas hanya khusus mahasiswa yang sudah mahir dalam membaca dan memahami isi text berbahasa Inggris sehingga sangat tidak dianjurkan bagi anda yang masih duduk di bangku SMP atau SMA.


    Namun jika anda sudah sangat mahir meskipun baru duduk di tingkat menengah, silahkan saja membacanya dan semoga mengerti maksud isi materi teks narrative di atas.

    CONTOH NARRATIVE TEXT TINGKAT MAHIR

    Let’ Me Love You
    Once upon a time, there was once a guy who was very much in love with this girl. This romantic guy folded 1,000 pieces of paper cranes as a gift to his girl. Although, at that time he was just a small executive in his company, his future doesn’t seem too bright, they were very happy together. Until one day, his girl told him she was going to Paris and will never come back. She also told him that she cannot visualize any future for the both of them, so let’s go their own ways there and then… heartbroken, the guy agreed.
    When he regained his confidence, he worked hard day and night, just to make something out of himself. Finally with all these hard work and with the help of friends, this guy had set up his own company…
    “You never fail until you stop trying.” he always told himself. “I must make it in life!” One rainy day, while this guy was driving, he saw an elderly couple sharing an umbrella in the rain walking to some destination. Even with the umbrella, they were still drenched. It didn’t take him long to realize those were his ex-girlfriend’s parents. With a heart in getting back at them, he drove slowly beside the couple, wanting them to spot him in his luxury saloon. He wanted them to know that he wasn’t the same anymore, he had his own company, car, condo, etc. He had made it in life!
    Before the guy can realize, the couple was walking towards a cemetery, and he got out of his car and followed them…and he saw his ex-girlfriend, a photograph of her smiling sweetly as ever at him from her tombstone… and he saw his precious paper cranes in a bottle placed beside her tomb. Her parents saw him.He walked over and asked them why this had happened. They explained that she did not leave for France at all. She was stricken ill with cancer. In her heart, she had believed that he will make it someday, but she did not want her illness to be his obstacle … therefore she had chosen to leave him.

    She had wanted her parents to put his paper cranes beside her, because, if the day comes when fate brings him to her again he can take some of those back with him. The guy just wept.

    Referensi :

    Kane, Thomas. S. 2000.The Oxford Essential Guide to Writing. New York: Barkley Books.
    Sumber ENGLISHINDO.COM Referensi Belajar Bahasa Inggris 

    Jumat, 08 April 2016

    Memotong Rambut Dan Kuku Pada Waktu Haid, Boleh Gak Ya?

    Beberapa waktu yang lalu salah satu muridku bertanya tentang:
    Apakah seorang wanita berdosa ketika memotong rambut, kuku dan membuang dari keduanya pada waktu haid? Apakah disela-sela waktu haid, harus dicuci terlebih dahulu sebelum dibuang?
    Well, akhirnya aku jawab itu semua gak dosa karena manusia itu tidak najis, jadi tidak apa-apa kalau rambut kita rontoh. Setelah searching ini dia jawaban yang sangat bagus dan jelas. Ini jawaban untuk memperkuat jawabku yang singkat kemarin ^_^
    Jawaban ini aku kutip dari http://islamqa.info/
    Masalah ini seringkali terjadi pada kebanyakan para wanita. Terkait dengan hukum memotong rambut, kuku dan semisalnya diantara sunah fitrah disela-sela haid. Hal itu timbul karena keyakinan yang salah pada sebagian diantara mereka. Bahwa anggota tubuh manusia akan kembali kepadanya di hari kiamat nanti. Kalau dihilangkannya sementara kalau dia dalam kondisi hadats besar baik janabat, haid atau nifas. Maka ia akan kembali dalam kondisi najis yang belum dibersihkan. Perkataan ini salah dan tidak ada kebenarannya.

    Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah sebagaimana dalam ‘Majmu’ Al-Fatawa, (21/120-121) ditanya tentang seseorang dalam kondisi junub dan dia memotong kuku, kumis atau menyisir rambutnya. Apakah dia terkena sesuatu. Sebagian mengisyaratkan akan hal ini. Dengan mengatakan,”Kalau seseorang memotong rambut atau kukunya maka anggota (tubuhnya) akan kembali kepadanya di akhirat. Maka ketika dibangkitkan hari kiamat ada bagian junub sesuai dengan apa yang berkurang darinya. Dan pada setiap rambut ada bagian dari janabat, apakah hal itu (benar) atau tidak?”

    Maka beliau rahimahullah menjawab: “Telah ada ketetapn dari Nabi sallallahu’alaihi wa sallam dari hadits Hudzaifah dan hadits Abu Hurairah radhiallahu’anhuma ketika disebutkan kepadanya masalah junub berkata (Sesungguhnya orang mukmin itu tidak najis) dalam shoheh Hakim (Baik waktu hidup maupun mati). Sepengetahuan saya tidak ada dalil syar’I larangan menghilangkan rambut orang junub dan kukunya. Bahkan Nabi sallallahu’alaihi wa sallam bersabda (Hilangkan rambut kekufuran anda dan berkhitanlah). HR. Abu Dawud (356) dinyatakan hasan oleh Al-Albany di ‘Irwaul Gool (1/120). Maka beliau memeritahkan orang yang baru masuk islam untuk mandi. Dan tidak memerintahkan mengakhirkan khitan dan memotong rambut dari mandi. Keumuman perkataannya mengandung diperbolehkan kedua hal tersebut. Begitu  juga orang haid diperintahkan menyisir sewaktu mandi. Padahal menyisir dapat menghilangkan sebagian rambutnya. Wallahu’alam.” 

    Syeikhul Islam mengisyaratkan hal itu pada hadits Aisyah radhiallahu’aha ketika haid pada haji wada’, maka Nabi sallallahu’alaihi wasallam memerintahkan kepadanya (Uraikan rambutmu dan bersisirlah. Serta berihlal (talbiyah) dengan haji dan tinggalkan umroh). HR. Bukhori, (1556) dan Muslim, (1211).

    Bersisir seringkali sebagian rambutnya berjatuhan. Meskipun begitu Nabi sallallahu’alaihi wa sallam mengizinkan hal itu bagi orang yang berihrom dan orang haid. Para ahli fiqih dari kalangan Syafi’iyyah mengatakan seperti dalam kitab ‘Tuhfatul Muhtaj, (4/56): “Yang sesuai nash, bahwa orang haid diperbolehkan mengambilnya. Selesai (maksudnya adalah kuku, bulu kemaluan, bulu ketiak. Maksud nash disitu adalah madzhab).

    Telah ada dalam ‘Fatawa Nurun ‘Ala Ad-Darb’ oleh Syekh Ibnu Utsaimin (Fatawa Az-Ziinah Wal Mar’ah/ soal no 9): “Saya mendengar bahwa menyisir waktu haid tidak diperbolehkan, begitu juga (tidak diperbolehkan) memotong kuku dan mandi. Apakah hal ini dibenarkan atau tidak?

    Maka beliau rahimahullah menjawab, “Ini tidak benar. Orang haid diperbolehkan memotong kuku dan menyisir rambutnya. Diperbolehkan mandi dari janabat. Seperti ketika dia bermimpi sementara dia dalam kondisi haid, maka dia mandi janabat. Atau bercumbu dengan suaminya tanpa bersenggema sampai keluar (air mani), maka dia mandi jenabat. Sepengetahuan saya bahwa pendapat yang dikenal dikalang sebagian wanita bahwa tidak boleh mandi, tidak bersisir, tidak menyentuh kepala dan tidak memotong kukunya adalah tidak ada asalnya dalam agama.” 

    Dan tidak dikenal pendapat yang memakruhkan hal itu satupun dari pendapat para ahli fikih yang terkenal. Akan tetapi disebutkan pada sebagian kitab ahli bid’ah dari golongan yang menyalahi ahlus sunnah. Sebagaimana dalam kitab ‘Syarkh An-Nail Wa Syifai’ ‘Alil, (1/347) karangan Muhammad bin Yusuf Al-Ibadhii.
    Wallahu’alam.

    [semoga bermanfaat ^_^]

    Pengertian Sujud Sahwi, Tata Cara, Bacaan dan Sebabnya


    بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

    Sujud sahwi (سجود السهو) adalah bagian ibadah Islam yang dilakukan di dalam shalat. Sujud sahwi merupakan dua sujud yang dilakukan oleh orang yang shalat untuk menggantikan kesalahan yang terjadi di dalam shalatnya karena lupa (sahw).
    Penyebabnya dilakukannya Sujud sahwi ada tiga yaitu:
    1. Menambahkan sesuatu (az-ziyaadah),
    2. Menghilangkan sesuatu (an-naqsh), dan
    3. Dalam keadaan ragu-ragu (asy-syak) di dalam Shalat.
    Nabi saw. juga pernah lupa di dalam shalat. Hal ini ada keterangannya, bahkan beliau sendiri bersabda:
    إِ نَّــمَا أَ نَـا بَـشَــرٌ أَ نَـسِى كَــمَا تَــنْـسَــوْ نَ : فَـإِ ذَ ا نَـسِـيْتُ فَـذَ كِّــرُوْ نـِىْ
    "Saya ini hanyalah manusia biasa, saya juga lupa sebagaimana tuan-tuan lupa. Oleh sebab itu jika saya lupa, maka ingatkanlah!" (H.R.Bukhari dan Muslim).

    1. Cara Mengerjakannya
    Sebelum atau sesudah salam. Sujud Sahwi dilakukan dengan dua kali sujud sebelum salam atau sesudahnya oleh seseorang yang sedang bershalat. Kedua cara ini memang diajarkan oleh Rasulullah saw. Dalam sebuah hadits shahih dari Sa'id al-Khudri, bahwa Rasulullah saw. bersabda:  إِذَا شَـكَّ أَحَـدُ كُــمْ فـِى صَـلاَ تـِـهِ فَــلَـمْ يـَـدْرِكُــمْ صَــلَّى، ثَــلاَ ثَـا أَ مْ أَرْ بـَــعَــتَـا، فَـــلْــيَـطْــرَ حِ الـشَّــكَّ وَ لْــيَــبْـنِ عَــلَى مَـااسْــتَــيْــقَـنَ ثُــمَّ سَـجَـدَ تَــيْـنِ قَـــبْــلَ أَنْ يـُـسَــلِّـمَ "Jikalau salah seorang diantaramu ragu-ragu dalam shalatnya, hingga tak tahu berapa raka'at yang sudah dikerjakannya, apakah tiga ataukah empat, maka baiknya ia menghilangkan mana yang diragukan dan menetapkan mana yang diyakini, kemudian sujud dua kali sebelum salam."(H.R.Muslim).
    Kisah sesudah salam. Dalam shahih Bukhari dan Muslim disebutkan pula mengenai cerita Dzulyadain bahwa beliau pernah pula Sujud Sahwi sesudah salam.
    Tergantung sebab. Adapun yang lebih utama ialah mengikuti sebab yang mengharuskan sujud sahwi tersebut. Maksudnya kalau datangnya sebab tadi sebelum salam, hendaklah sujud dilakukan sebelum salam, sebaliknya kalau diketahui sesudah salam, maka sujud itu pun dilakukan sesudahnya, sedang bagi hal-hal yang tidak termasuk dalam kedua keadaan di atas, boleh saja dipilih sesudah salam atau sebelumnya. Dan ini tanpa ada perbedaan apakah yang menyebabkan sujud itu berupa penambahan atau pengurangan raka'at. Hal ini berdasarkan keterangan Muslim dalam shahihnya bahwa Nabi saw. bersabda:  إِذَازَادَ الـرَّجُـلُ أَوْ نَــقَـصَ فَــلْــيَـسْـجُـدْ سَـجَـدَ تَــيْـنِ "Jikalau shalat seseorang terlebih atau terkurang, maka hendaklah ia sujud dua kali."
    Diawali bertakbir. Contoh cara melakukan sujud sahwi sebelum dan sesudah salam dan diawali bertakbir. dijelaskan dalam hadits ‘Abdullah bin Buhainah, فَلَمَّا أَتَمَّ صَلَاتَهُ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ فَكَبَّرَ فِي كُلِّ سَجْدَةٍ وَهُوَ جَالِسٌ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ “Setelah beliau menyempurnakan shalatnya, beliau sujud dua kali. Ketika itu beliau bertakbir pada setiap akan sujud dalam posisi duduk. Beliau lakukan sujud sahwi ini sebelum salam.” (HR. Bukhari no. 1224 dan Muslim no. 570). Contoh sesudah salam dijelaskan dalam hadits Abu Hurairah, فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَسَلَّمَ ثُمَّ كَبَّرَ ثُمَّ سَجَدَ ثُمَّ كَبَّرَ فَرَفَعَ ثُمَّ كَبَّرَ وَسَجَدَ ثُمَّ كَبَّرَ وَرَفَعَ “Lalu beliau shalat dua rakaat lagi (yang tertinggal), kemudian beliau salam. Sesudah itu beliau bertakbir, lalu bersujud. Kemudian bertakbir lagi, lalu beliau bangkit. Kemudian bertakbir kembali, lalu beliau sujud kedua kalinya. Sesudah itu bertakbir, lalu beliau bangkit.” (HR. Bukhari no. 1229 dan Muslim no. 573).
    Pengulangan salam. Sujud sahwi sesudah salam ini ditutup lagi dengan salam sebagaimana dijelaskan dalam hadits ‘Imran bin Hushain, فَصَلَّى رَكْعَةً ثُمَّ سَلَّمَ ثُمَّ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ. “Kemudian beliau pun shalat satu rakaat (menambah raka’at yang kurang tadi). Lalu beliau salam. Setelah itu beliau melakukan sujud sahwi dengan dua kali sujud. Kemudian beliau salam lagi.” (HR. Muslim no. 574).

    2. Do'a Dalam Sujud Sahwi
    Sebagian ulama menganjurkan do’a ini ketika sujud sahwi,
    سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو
    “Subhana man laa yanaamu wa laa yas-huw” (Maha Suci Dzat yang tidak mungkin tidur dan lupa).
    Namun dzikir sujud sahwi di atas cuma anjuran saja dari sebagian ulama dan tanpa didukung oleh dalil. Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan,
    قَوْلُهُ : سَمِعْت بَعْضَ الْأَئِمَّةِ يَحْكِي أَنَّهُ يَسْتَحِبُّ أَنْ يَقُولَ فِيهِمَا : سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو – أَيْ فِي سَجْدَتَيْ السَّهْوِ – قُلْت : لَمْ أَجِدْ لَهُ أَصْلًا
    “Perkataan beliau, “Aku telah mendengar sebagian ulama yang menceritakan tentang dianjurkannya bacaan: “Subhaana man laa yanaamu wa laa yas-huw” ketika sujud sahwi (pada kedua sujudnya), maka aku katakan, “Aku tidak mendapatkan asalnya sama sekali.”
    Sehingga yang tepat mengenai bacaan ketika sujud sahwi adalah seperti bacaan sujud biasa ketika shalat. Bacaannya yang bisa dipraktekkan seperti,
    1. سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى -“Subhaana robbiyal a’laa” - [Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi]
    2. سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى
    “Subhaanakallahumma robbanaa wa bi hamdika, allahummagh firliy.”
    [Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami, dengan segala pujian kepada-Mu, ampunilah dosa-dosaku].


    3. Hal-Hal Yang Menyebabkan Dilakukannya Sujud Sahwi
    Mengucapkan salam sebelum sempurnanya shalat. Diterima dari 'Atha': "Bahwa Ibnu Zubair shalat Maghrib lalu memberi salam setelah menyelesaikan dua raka'at kemudian bangun menuju Hajar Aswad. Orang-orang mengucapkan tasbih dan ia pun bertanya: 'Ada apa?' Dan setelah mengerti maksud orang-orang itu, ia pun meneruskan shalatnya dan sujud dua kali. Peristiwa ini disampaikan kepada Ibnu Abbas r.a. maka ujarnya: Perbuatannya itu sesuai dengan sunnah Nabi saw." (Diriwayatkan oleh Ahmad, Bazzar dan Thabrani).
    Kelebihan jumlah raka'at. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Jama'ah dari Ibnu Mas'ud, bahwa Nabi saw."Pada suatu ketika beliau shalat Dhuhur, lalu ditanya: 'Apa kah rakat'at shalat ini memang ditambah?' Ujar beliau: 'Mengapa demikian'? Kata orang-orang itu: 'Anda telah melakukan shalat lima raka'at'. Maka beliau pun sujud dua kali setelah memberi salam itu'." Hadits ini menjadi bukti bahwa shalat yang terlebih jumlah raka'atnya karena lupa dan dalam raka'at ke-4 tidak duduk, maka shalat itu sah adanya.
    Lupa Tasyahud awal atau salah satu sunah shalat. Sebagaimana diriwayatkan oleh Jama'ah dari Ibnu Buhainah: "Bahwa Nabi saw. bershalat lalu setelah sampai dua raka'at terus berdiri. Orang-orang pun sama mengucapkan tasbih, tetapi beliau meneruskan shalatnya. Dan setelah selesai barulah beliau sujud dua kali kemudian memberi salam." Barang siapa yang lupa duduk pertama lalu ingat sebelum sempurna berdiri, hendaklah ia duduk kembali. Tetapi bila sudah sempurna berdirinya, maka ia tidak perlu duduk kembali. (H.R.Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah dari Mughirah bin Syu'bah).
    Ragu-ragu jumlah raka'at shalat. Dari Abdurrahman bin 'Auf katanya: "Saya dengar Rasulullah saw. bersabda: 'Jika salah seorang di antaramu ragu dalam shalatnya, hingga ia tidak tahu, apakah baru seraka'at ataukah sudah dua raka'at, maka baiknya ditetapkannya seraka'at saja. Jika ia tidak tahu apakah dua atau sudah tiga raka'at, baiknya ditetapkannya dua raka'at. Dan jika tak tahu apakah tiga atau sudah empat raka'at, baiknya ditetapkannya tiga raka'at, kemudian hendaklah ia sujud bila shalat selesai di waktu masih duduk sebelum memberi salam, yaitu sujud Sahwi sebanyak 2 kali'." (H.R.Ahmad, Ibnu Majah dan Turmudzi yang menyatakan sahnya). Dari Abu Sa'id al-Khudri, katanya: "Rasulullah saw. bersabda: 'Apabila slah seorang diantaramu ragu-ragu dalam shalatnya hingga tak tahu apakah sudah tiga ataukah empat raka'at, maka hendaklah ia menghilangkan keraguannya dan menetapkan saja apa yang telah diyakininya, kemudian sujud dua kali sebelum salam. Sekiranya ia telah melakukan lima raka'at maka sujud itulah yang menggenapkan shalatnya, dan sekiranya baru cukup empat raka'at, maka sujudnya itu adalah untuk menjengkelkan setan'." (H.R. Ahmad dan Muslim). Kedua hadits ini menjadi alasan bagi pendapat jumhur ulama bahwa seseorang yang ragu-ragu dalam bilangan raka'at, hendaklah ia menetapkan saja bilangan yang lebih sedikit yang diyakini, kemudian ia melakukan sujud sahwi.

    Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.

     ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ
    “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

    sumber:
    Fikih Sunnah 2 hal.119-125, Sayyid Saabiq, Penerbit:PT.Al-Ma'arif-Bandung.
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sujud_sahwi
    http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/sujud-sahwi-3-tata-cara-sujud-sahwi.html
    http://jadipintar.com

    Selasa, 29 Maret 2016

    JAWABAN TUGAS BAHASA INDONESIA SMA KELAS XI [TEKS EKSPLANASI]

    BANJIR BANDANG
                Banjir bandang merupakan banjir yang berasal dari daerah dataran tinggi yang tanahnya sudah tidak bisa menyerap air kemudian mengalir ke daerah yang permukaannya rendah, air yang sudah terkumpul di dalam tanah mengalir ke sungai secara bersamaan. Akibatnya, segala macam benda yang dilewatinya dikelilingi air dengan tiba-tiba. Banjir bandang dapat mengakibatkan kerugian yang besar. Kelestarian alam harus dijaga untuk mencegah banjir bandang.
    Penyebab utama banjir  adalah terjadinya penebangan liar di hutan-hutan Indonesia. Hal ini berdampak pada pengikisan tanah akibat air yang tidak bisa lagi diserap oleh tanah. Hal ini dinamakan erosi tanah. Tanah yang hanyut bersama dengan air ini bisa mengakibatkan banjir bandang disertai dengan tanah longsor jika hal ini terjadi di daerah dataran tinggi yang gundul. Air banjir bandang juga disertai dengan lumpur, batuan dan pohon-pohon yang tumbang.
    Penyebab banjir bandang yang kedua adalah terjadinya hujan di daerah pegunungan yang biasanya menjadi hulu sungai. Hujan yang terjadi di daerah hulu sungai ini terjadi karena proses orografi. Hujan orografis terjadi karena angin yang mengandung uap air yang bergerak horisontal. Angin tersebut naik menuju pegunungan, suhu udara yang dingin meyebabkan terjadi kondensasi. Terjadilah hujan di sekitar pegunungan. Hujan yang terjadi ini mengakibatkan banjir bandang bagi daerah-daerah yang berada di sepanjang aliran sungai.
    Penyebab banjir bandang ketiga adalah kemiringan tebing cadas. Hal ini disebabkan ketika hujan deras turun di dataran tinggi dan memiliki kemiringan tebing cadas yang curam membuat air hujan mengalir deras dari dataran tinggi ke dataran rendah tanpa diserap oleh tanah. Air yang mengalir ke dataran rendah langsung memenuhi daerah yang rendah. Sehingga dalam waktu singkat banjir bandang bisa terjadi di sepanjangn daerah aliran sungai.
    Banjir bandang tidak bisa dipandang sebagai persoalan yang mudah dan gampang dalam mengatasinya. Banjir bandang merupakan sebuah persoalan berantai yang perlu untuk diselesaikan, baik dari pihak pemerintah maupun dari masyarakat itu sendiri. Banjir bandang bukan hanya disebabkan oleh faktor alam saja namun faktor sosial juga berpengaruh akibat dari adanya hubungan kebutuhan manusia yang terlalu serakah pada alam. Maka dari itu pemerintah bersama LSM dengan masyarakat harus bersatu untuk meminimalisir terjadinya banjir bandang dengan adanya sosialisasi cinta lingkungan, pengadaan kegiatan Green and Clean, kegiatan tanam 1000 pohon dan kegiatan pencanangan Go Green sehingga bencana alam yang satu ini bisa diminimalisir.






    TABEL TEKS EKSPLANASI BANJIR BANDANG


    NO
    STRUKTUR TEKS
    IDE POKOK/ GAGASAN
    1
    Pernyataan Umum
    Banjir bandang merupakan banjir yang berasal dari daerah dataran tinggi yang tanahnya sudah tidak bisa menyerap air kemudian mengalir ke daerah yang permukaannya rendah, air yang sudah terkumpul di dalam tanah mengalir ke sungai secara bersamaan. Akibatnya, segala macam benda yang dilewatinya dikelilingi air dengan tiba-tiba. Banjir bandang dapat mengakibatkan kerugian yang besar. Kelestarian alam harus dijaga untuk mencegah banjir bandang.
    2
    Urutan sebab akibat (penyebab banjir bandang)
    Penyebab utama banjir  adalah terjadinya penebangan liar di hutan-hutan Indonesia. Hal ini berdampak pada pengikisan tanah akibat air yang tidak bisa lagi diserap oleh tanah. Hal ini dinamakan erosi tanah. Tanah yang hanyut bersama dengan air ini bisa mengakibatkan banjir bandang disertai dengan tanah longsor jika hal ini terjadi di daerah dataran tinggi yang gundul. Air banjir bandang juga disertai dengan lumpur, batuan dan pohon-pohon yang tumbang.
    3
    Urutan sebab akibat (penyebab banjir bandang)
    Penyebab banjir bandang yang kedua adalah terjadinya hujan di daerah pegunungan yang biasanya menjadi hulu sungai. Hujan yang terjadi di daerah hulu sungai ini terjadi karena proses orografi. Hujan orografis terjadi karena angin yang mengandung uap air yang bergerak horisontal. Angin tersebut naik menuju pegunungan, suhu udara yang dingin meyebabkan terjadi kondensasi. Terjadilah hujan di sekitar pegunungan. Hujan yang terjadi ini mengakibatkan banjir bandang bagi daerah-daerah yang berada di sepanjang aliran sungai.
    4
    Urutan sebab akibat (penyebab banjir bandang)
    Penyebab banjir bandang ketiga adalah kemiringan tebing cadas. Hal ini disebabkan ketika hujan deras turun di dataran tinggi dan memiliki kemiringan tebing cadas yang curam membuat air hujan mengalir deras dari dataran tinggi ke dataran rendah tanpa diserap oleh tanah. Air yang mengalir ke dataran rendah langsung memenuhi daerah yang rendah. Sehingga dalam waktu singkat banjir bandang bisa terjadi di sepanjangn daerah aliran sungai.
    5
    Interpretasi
    Banjir bandang tidak bisa dipandang sebagai persoalan yang mudah dan gampang dalam mengatasinya. Banjir bandang merupakan sebuah persoalan berantai yang perlu untuk diselesaikan, baik dari pihak pemerintah maupun dari masyarakat itu sendiri. Banjir bandang bukan hanya disebabkan oleh faktor alam saja namun faktor sosial juga berpengaruh akibat dari adanya hubungan kebutuhan manusia yang terlalu serakah pada alam. Maka dari itu pemerintah bersama LSM dengan masyarakat harus bersatu untuk meminimalisir terjadinya banjir bandang dengan adanya sosialisasi cinta lingkungan, pengadaan kegiatan Green and Clean, kegiatan tanam 1000 pohon dan kegiatan pencanangan Go Green sehingga bencana alam yang satu ini bisa diminimalisir.